JEPARA — Kecelakaan tunggal terjadi di jalur menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, pada Kamis (14/5) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Sepeda motor Yamaha N-Max merah bernomor polisi K-3067-MW terjun ke jurang di kawasan Tikungan Pule, Jalan Desa Tempur.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun dua orang mengalami luka berat dan harus mendapatkan penanganan medis.
Para warta serta relawan tanggap. Melakukan evakuasi, baik terhadap korban maupun sepeda motor yang terjun bebas ke dasar jurang. Sepeda motor dengan body besar tersebut, digotong secara saksama oleh warga hingga naik ke atas jalan kembali.
Pengendara motor tersebut ialah Saifudin (23), warga Desa Ukir, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.
Sementara pembonceng bernama Yulfa (23), seorang warga asal Desa Sendangrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Radar Kudus, semula sepeda motor melaju dari arah selatan, menuju utara dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di Tikungan Pule, pengendara diduga mengantuk sehingga kehilangan kendali.
Motor kemudian oleng ke sisi kiri jalan, dan masuk ke jurang sedalam sekitar 100 meter. Tepatnya di area bekas longsoran yang masih terbuka.
Sejumlah warga dan relawan Destana Tempur, langsung melakukan evakuasi terhadap korban. Keduanya kemudian dibawa ke RS dr. Rehatta Kelet, untuk mendapatkan perawatan.
Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto, mengatakan jalur menuju Tempur memang masih memiliki sejumlah titik rawan, karena terdapat bekas longsor yang belum seluruhnya tertutup pengaman permanen.
“Bekas longsor ada yang masih terbuka. Relawan Destana langsung melakukan evakuasi dan korban dibawa ke RS Rehatta,” ucapnya pada Jumat (15/4).
Ia menyampaikan, telah berkoordinasi dengan pihak terkait, mengenai penanganan jalur tersebut.
Menurutnya, dalam waktu dekat sudah ada program lanjutan, untuk penanganan jalan menuju Tempur dari Dinas PUPR.
Kendati demikian masih menunggu penataan jalan rampung secara menyeluruh.
Selain itu, pihak kecamatan juga meminta pemerintah desa mengusulkan pemasangan pagar pengaman, guardrail, rambu-rambu, hingga lampu penerangan jalan di jalur rawan.
“Kalau pengaman permanen tentu menunggu jalan selesai dirapikan. Solusi terdekat, relawan bersama warga akan memasang pagar darurat. Dari bambu di titik-titik terbuka yang langsung berbatasan dengan jurang,” imbuhnya.
Pemasangan pagar bambu darurat rencananya dilakukan oleh Pemdes Tempur bersama relawan Destana di sepanjang jalur Kaliombo–Desa Tempur.
Agar dapat membantu keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara yang belum familiar dengan medan menuju Tempur.
Sementara itu, Carik Desa Tempur Mahfudz Aly menyampaikan pihak desa juga telah berkoordinasi dengan BPBD. Mengenai penanganan kawasan rawan longsor tersebut. Termasuk dengan Dinas PUPR.
Menurutnya, pembenahan akses dan pengembangan kawasan wisata Tempur, juga akan menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan.
“Rencananya memang dipasangi pagar dari bambu dulu oleh relawan,” pungkasnya.(fik)
Editor : Admin