JEPARA — Harapan agar penyandang disabilitas di Jepara mendapat perhatian lebih besar dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jepara, disampaikan sejumlah komunitas difabel, saat beraudiensi dengan pimpinan Baznas Kabupaten Jepara, pada Jumat (8/5).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Baznas Kabupaten Jepara, M. Nasrullah Huda, menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat dari individu, lembaga, maupun perusahaan.
Upaya tersebut dilakukan agar penyaluran zakat, kepada para mustahiq dari delapan golongan penerima manfaat di Jepara dapat semakin luas.
Audiensi itu dihadiri perwakilan Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ), Perkumpulan Penyandang Difabel Indonesia (PPDI) Jepara, serta Yayasan Difabel Jepara Tataning Bumi (DJTB Foundation).
Gus Huda, sapaan akrab Nasrullah Huda, menyebut kepengurusan Baznas Jepara periode 2026–2031 baru saja dilantik oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo pada 27 April 2026 di Pendopo Kartini Jepara.
Menurutnya, Baznas Jepara akan bergerak cepat melakukan pembenahan internal, sekaligus menyusun program kerja yang lebih menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui zakat produktif.
Ia menargetkan proporsi program pemberdayaan mencapai sekitar 70 persen. Sementara bantuan yang bersifat konsumtif akan dikurangi secara bertahap.
Di samping itu, Gus Huda berharap komunitas difabel turut memberikan masukan terkait strategi memperluas potensi zakat, baik dari kalangan perusahaan swasta maupun individu yang memiliki kemampuan finansial lebih.
Ia menilai peningkatan penghimpunan zakat akan berdampak langsung, pada meningkatnya penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Setelah melakukan inventarisasi persoalan di lapangan, Baznas Jepara juga berencana mengundang komunitas difabel dalam forum diskusi kelompok terarah (FGD), bersama berbagai pemangku kepentingan untuk membahas optimalisasi potensi zakat di Jepara.
Sementara itu, Ketua Yayasan Difabel Jepara Tataning Bumi, Faisol, berharap Baznas Jepara dapat memberikan perhatian khusus, kepada penyandang disabilitas yang mengalami kondisi berat dan hanya bisa terbaring di rumah.
Ia mencontohkan program bantuan rutin bulanan seperti yang dijalankan Baznas Kudus, berupa dukungan biaya pembelian pampers, popok, hingga makanan tambahan yang disalurkan melalui transfer rekening keluarga penerima.
Faisol mengatakan pihaknya saat ini mendampingi sekitar 10 penyandang difabel di sejumlah kecamatan di Jepara. Namun bantuan yang diberikan masih bergantung pada keberadaan donatur.
“Kalau ada donatur kami bisa mengantarkan bantuan, tetapi kalau tidak ada, kami juga kesulitan membantu,” ucapnya.
Penyandang paraplegia tersebut berharap Baznas Jepara semakin berpihak kepada kaum difabel, khususnya mereka yang hidup dalam kondisi fakir, duafa, dan tidak memiliki kemampuan bekerja.(fik)
Editor : Admin