JEPARA – PLN UIK Tanjung Jati B menerima kunjungan kerja Komandan Resor Militer (Danrem) 073/Makutarama dalam rangka kegiatan pemantauan Objek Vital Nasional (Obvitnas) PLTU Tanjung Jati B yang berlokasi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan infrastruktur strategis nasional sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat tetap terjaga.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran PLN UIK Tanjung Jati B bersama Korem 073/Makutarama turut membahas berbagai isu penting, mulai dari sistem pengamanan objek vital ketenagalistrikan, ketahanan energi, hingga peluang kerja sama dalam program pemberdayaan masyarakat serta kesiapsiagaan menghadapi bencana di sekitar wilayah operasional pembangkit.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan sistem keamanan di kawasan Tanjung Jati B terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama teknis dengan berbagai unsur pengamanan.
Ia menjelaskan bahwa saat ini PLN UIK Tanjung Jati B telah menjalin kolaborasi aktif dengan Polda Jawa Tengah, Kodim 0719/Jepara, serta TNI Angkatan Laut Semarang sebagai bagian dari sistem pengamanan objek vital nasional.
“Pengamanan tidak hanya dilakukan secara langsung di lapangan, tetapi juga mencakup pengaturan akses, pengamanan fasilitas, hingga pembinaan rutin personel keamanan,” ujar Andi.
Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 250 personel keamanan yang bertugas mendukung operasional pengamanan, termasuk keterlibatan personel dari Kodim 0719/Jepara yang hadir secara rutin setiap hari.
Pembinaan dan penyegaran kemampuan petugas juga dilakukan secara berkala bersama unsur TNI dan Polri.
Dari sisi kinerja, Andi mengungkapkan bahwa sistem pengamanan di PLN UIK Tanjung Jati B telah menunjukkan hasil yang sangat baik.
Audit BUJP mencatat tingkat kematangan (maturity level) sebesar 3,61, melampaui target 3,50, sementara nilai kinerja pengamanan mencapai 3,62 dari target 3,42.
Selain itu, audit internal Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) pada 10–12 Maret 2026 memperoleh nilai 94,7 persen dengan kategori emas.
“Capaian ini merupakan hasil sinergi dan dukungan seluruh pihak, termasuk pembinaan dari Kodim Jepara dan Korem 073/Makutarama,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026, PLN UIK Tanjung Jati B terus memperkuat agenda pengamanan pada berbagai momentum penting seperti Idulfitri, Tahun Baru, Hari Buruh, hingga pengamanan saat outage dan peringatan hari besar nasional lainnya.
Ia menegaskan bahwa masa outage menjadi periode yang membutuhkan perhatian khusus karena meningkatnya jumlah tenaga kerja yang masuk ke area pembangkit sehingga pengamanan harus diperketat.
Sementara itu, Danrem 073/Makutarama Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han., menyampaikan apresiasi atas sambutan serta keterbukaan PLN UIK Tanjung Jati B dalam memperkuat kerja sama pengamanan objek vital nasional.
Ia menegaskan bahwa PLTU Tanjung Jati B merupakan salah satu infrastruktur strategis yang memiliki peran penting dalam sistem kelistrikan nasional, sehingga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam aspek pengamanan wilayah.
“Kami siap menjadi mitra strategis PLN dalam mendukung pengamanan objek vital nasional maupun kerja sama lainnya yang lebih luas,” ujarnya.
Danrem juga menilai bahwa terdapat peluang kolaborasi yang lebih besar antara TNI dan PLN, tidak hanya dalam bidang pengamanan, tetapi juga dalam program sosial dan lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Menutup pertemuan, General Manager PLN UIK Tanjung Jati B kembali menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasional pembangkit melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI.
“Sinergi ini sangat penting untuk memastikan operasional pembangkit tetap aman, andal, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui kerja sama yang semakin erat antara PLN dan TNI, diharapkan pengamanan objek vital nasional dapat terus diperkuat sekaligus memberikan dampak positif bagi stabilitas sistem kelistrikan dan masyarakat sekitar.
Editor : Ali Mustofa