Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

TATAH 2026, Jadi Magnet dan Perhatian Wisatawan Mancanegara 

Fikri Thoharudin • Jumat, 1 Mei 2026 | 13:42 WIB
DETAIL TINGKAT TINGGI: Wagub Provinsi Jawa Tengah Taj Yasin melihat detail karya seputar biota laut. (KOMINFO JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
DETAIL TINGKAT TINGGI: Wagub Provinsi Jawa Tengah Taj Yasin melihat detail karya seputar biota laut. (KOMINFO JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

JAKARTA — Pameran TATAH 2026, menjadi wajah baru dari semangat lama. Di mata Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Jepara, adalah daerah dengan orang-orang yang ekspresif sekaligus kreatif.

Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki talenta luar biasa di bidang seni ukir, khususnya dari Jepara. Tradisi inilah yang berkembang sangat lama dan memiliki akar sejarah kuat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang legendaris.

Sejak berabad-abad yang lalu, melahirkan seniman, maestro, hingga perajin ukir dengan kualitas kelas dunia. 

Ukir jadi bagian dari denyut nadi ekonomi. Sejak era Ratu Kalinyamat, maupun Kartini yang berpartisipasi dalam Pameran Nasional Karya Wanita (Nationale Tentoonstelling voor Vrouwenarbeid) yang diselenggarakan di Den Haag, Belanda, pada tahun 1898. 

Fadli Zon menyebut, pameran TATAH 2026 yang digelar di Museum Nasional Indonesia jadi cermin. Untuk melihat sejarah dan kebudayaan Jepara.

Menurutnya, karya-karya yang dipamerkan dalam TATAH 2026 bukan sekadar produk kerajinan, melainkan hasil pencapaian artistik tinggi dari tradisi panjang seni ukir Jepara. 

Pameran ini menampilkan kolaborasi lintas pelaku, termasuk seniman, perajin, hingga artefak yang merepresentasikan perjalanan estetik ukiran Jepara dari masa ke masa.

Ia juga menyoroti bahwa kemampuan para perajin Jepara telah menembus pasar global. 

Banyak merek internasional memesan produk furnitur dan karya ukir dari Jepara, mulai dari desain kursi hingga elemen interior lain, yang kemudian dipasarkan dengan nilai jual berlipat ganda di luar negeri.

Fadli Zon menyebut para pengrajin ukir Jepara tidak bisa lagi dipandang hanya sebagai pekerja kerajinan biasa. 

Ia menyebut, mereka berada pada level seniman bahkan maestro. Karena mampu menghasilkan karya dengan detail tinggi, nilai estetika kuat, dan filosofi budaya yang mendalam.

"Sejarah seni ukir Jepara sendiri, dapat ditelusuri sejak abad ke-14 hingga ke-16, termasuk pada masa kejayaan Ratu Kalinyamat," ungkapnya.

Dalam perjalanannya, seni ukir tersebut mengalami perkembangan dari pengaruh Hindu-Buddha hingga memasuki era Islam, yang kemudian memperkaya ragam motif dan nilai filosofinya.

Pameran TATAH 2026 turut mengangkat perjalanan lintas zaman tersebut, sebagai bagian dari narasi utama. 

Pengunjung dapat melihat bagaimana transformasi gaya, teknik, serta makna ukiran berkembang. Mengikuti dinamika sosial dan budaya masyarakat Jepara.

Pameran ini menjadi momentum penting, karena untuk pertama kalinya seni ukir Jepara dipresentasikan secara besar di Museum Nasional Indonesia. 

Kehadiran pameran ini diharapkan mampu memperkuat posisi seni ukir, sebagai karya seni murni, bukan sekadar produk kerajinan.

TATAH 2026, berlangsung, mulai 29 April hingga 5 Juli 2026. Selama periode tersebut, berbagai agenda pendukung seperti diskusi, tur kuratorial, hingga edukasi publik juga akan digelar. Untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap kekayaan seni ukir Jepara.

Melalui pameran ini, pemerintah berharap seni ukir Jepara tidak hanya semakin dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu memperkuat daya saingnya di pasar global.

Sekaligus mendorong lahirnya generasi baru pengukir, yang siap melanjutkan tradisi adiluhung tersebut.

Sejak dibuka secara resmi, masyarakat dari berbagai kalangan, baik lokal maupun wisatawan mancanegara, terus berkunjung.

TERPUKAU: Pasangan wisatawan asal Taiwan, He Ling Lee dan Fu Ling Lee tengah berkunjung ke Museum Nasional Indonesia, menyaksikan magnus opus karya para seniman dan maestro ukir dari Jepara. (KOMINFO JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
TERPUKAU: Pasangan wisatawan asal Taiwan, He Ling Lee dan Fu Ling Lee tengah berkunjung ke Museum Nasional Indonesia, menyaksikan magnus opus karya para seniman dan maestro ukir dari Jepara. (KOMINFO JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)

Di antara pengunjung mancanegara yang turut mengapresiasi pameran ini adalah pasangan wisatawan asal Taiwan, He Ling Lee dan Fu Ling Lee yang berkunjung pada Kamis, (30/4). 

He Ling Lee menyampaikan bahwa ini merupakan kunjungan pertamanya ke Indonesia. 

Ia sengaja datang untuk mengenal lebih dekat budaya dan sejarah Indonesia, melalui kunjungan ke Museum Nasional Indonesia.

“Kami datang ke sini untuk melihat budaya dan sejarah Indonesia, dan kebetulan ada pameran seni ukir Jepara ‘TATAH’. Menurut saya, karya-karya ukiran di sini sangat indah,” tuturnya.

Ia mengaku sangat terkesan dengan salah satu karya berupa ukiran relief biota laut. Karya yang diselesaikan setidaknya selama 10 tahun.

Detail pengerjaan, kedalaman bentuk, dan nilai artistiknya membuat karya tersebut menjadi salah satu favoritnya.

“Relief biota laut itu sangat luar biasa. Detailnya sangat halus dan artistik. Ini benar-benar karya seni yang mengagumkan,” imbuhnya.

Tidak hanya tertarik pada karya ukirnya, Fu Ling Lee juga menanyakan letak Kabupaten Jepara, sebagai daerah asal seni ukir tersebut. 

Setelah mendapat penjelasan mengenai posisi geografis dan potensi pariwisata Jepara, ia mengaku semakin tertarik untuk berkunjung langsung ke kota tersebut.

Pameran TATAH menjadi titik balik, untuk mempromosikan seni ukir Jepara sebagai warisan budaya bangsa.

Sekaligus menjadi sarana efektif, untuk memperkenalkan Kabupaten Jepara secara lebih luas. Termasuk potensi wisata, sejarah, dan kekayaan budayanya kepada publik internasional.

Pameran ini memerankan peran penting, dalam mendiseminasikan satu spirit berkebudayaan. Kini semua mata dan ingatan pengunjung tertuju, pada satu daerah, Jepara, sebagai The World of Carving Centre.(fik)

Editor : Admin
#TATAH 2026 #pameran tatah 2026 #museum nasional Indonesia #World of Carving Centre #jepara kota ukir