Berbondong-bondong, para pedagang berjalan beriringan dari Pasar Bangsri lama di kawasan terminal menuju gedung Pasar Bangsri baru. Jarak sekitar 800 meter tersebut dilalui dengan penuh harap.
Perpindahan ini menjadi puncak dari rangkaian selamatan Pasar Bangsri Baru, yang dimulai sejak Selasa (28/4) dengan agenda manakiban. Doa-doa dilantunkan sebagai pembuka, memohon kelancaran sebelum pasar resmi ditempati.
Keesokan harinya, Rabu (29/4) pagi, suasana kembali khidmat melalui kegiatan Tahtimul Alquran. Lantunan ayat suci menggema, menjadi simbol doa bersama agar pasar baru ini membawa keberkahan, bagi seluruh pedagang yang akan mengais rezeki di dalamnya.
Memasuki siang hari, tepat pukul 12.30 WIB, iring-iringan perpindahan pedagang dimulai.
Tidak sekadar berjalan, perpindahan ini berubah menjadi perayaan budaya. Barisan pedagang diiringi penampilan liong dan barongsai yang lincah, dentuman terbang jidur yang ritmis, hingga drumb band yang menambah semarak suasana.
Setibanya di Pasar Bangsri Baru sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan istirahat sejenak. Lalu pukul 13.30, suasana berubah sarat nuansa religi.
Empat vokalis dari grup gambus Al Haidar Bangsri, melantunkan lagu-lagu bernuansa Arab, seakan menyempurnakan perjalanan panjang para pedagang menuju tempat baru.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengundian hadiah bagi para pedagang.
Hadiah yang disediakan beragam, mulai dari satu petak kios, sepeda listrik, hingga uang tunai jutaan rupiah. Suasana pun berubah menjadi riuh penuh antusias.
Tak hanya itu juga digelar pengajian umum, dihadiri KH Markus Ali.
Di balik kemeriahan itu, terselip rasa lega yang begitu terasa. Para pedagang tampak sumringah, senyum mereka merekah. Penantian panjang sejak awal pembangunan akhirnya terbayar. Proyek Pasar Bangsri memang dibangun secara multi years sejak 2018 hingga 2026.
Secara rinci, pembiayaan pembangunan pasar ini tercatat pada 2018 sebesar Rp 10,4 miliar, tahun 2019 Rp 24,4 miliar, 2021 Rp 4,7 miliar, 2022 Rp 5,4 miliar, 2023 Rp 14,4 miliar, dan kembali dianggarkan pada 2025 sebesar Rp 14,8 miliar.
Ketua paguyuban pedagang, Nur Kholis, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pasar baru tersebut. Ia menegaskan bahwa tujuan utama para pedagang adalah menata dan mengelola pasar agar berfungsi sebagaimana mestinya.
“Pada sore ini tujuan kita tasyakuran dan pengajian, sebagai rasa syukur kami sejak 2018 hingga 2026,” ujarnya.
Ia merinci, Pasar Bangsri berdiri di atas lahan seluas 20.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 8000 meter persegi.
Fasilitas yang tersedia meliputi 116 kios depan, 688 kios dalam, 336 lapak kering, 180 lapak basah, serta 84 unit untuk onderdil. Total pedagang yang menempati pasar ini mencapai 1.354 orang.
Para pedagang mulai resmi menempati pasar pada Rabu Legi (29/4). Nur Kholis berharap, kepindahan ini membawa berkah bagi semua pihak.
“Harapannya pindah ke tempat ini berkah barokah, bertambah rezeki, pembeli, dan makmur masyarakatnya,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan pasar masih membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung, seperti tambahan penerangan dan CCTV.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo, menjelaskan bahwa proses persiapan telah dilakukan sejak Februari melalui tahap sosialisasi kepada para pedagang.
Selanjutnya, pada periode 30 Maret hingga 18 April dilakukan pembagian kios. Ia memastikan seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala berarti, berkat kekompakan dan persatuan para pedagang.
“Jumlah pedagang ada 1.354, semuanya kompak. Nanti Pasar Bangri lama akan difungsikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH),” jelasnya.
Puncak acara berlangsung pada pukul 14.30 WIB, ketika Wakil Bupati Jepara M Ibnu Hajar secara resmi membuka Pasar Bangsri Baru.
Ia berharap pasar ini dapat menjadi pusat ekonomi baru yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. “Menjadi ladang rezeki bagi semuanya,” pungkasnya.
Sejurus dengan itu, pita dipotong. Semua pedagang dan masyarakat ngeslupi area dalam pasar.(fik)
Editor : Admin