Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Museum Jepara Mulai Ditata sebagai Ruang Temu Budaya, Soft Launching dengan Coaching Clinic Dalang Cilik 

Fikri Thoharudin • Kamis, 23 April 2026 | 16:38 WIB
ANTUSIAS: Pendamping di Museum Kartini tengah memandu para pengunjung musuem. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
ANTUSIAS: Pendamping di Museum Kartini tengah memandu para pengunjung musuem. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Animo kunjungan masyarakat ke Museum Kartini Jepara melambung tinggi.

Tercatat, sejak diresmikan dan dibuka, jumlah pengunjung telah menembus lebih dari 27 ribu orang. 

Khusus pada peringatan Hari Kartini Selasa (21/4), kunjungan bahkan mencapai lebih dari 4.500 orang dalam sehari.

Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo, menyebut tingginya minat tersebut menjadi momentum, untuk menata museum tidak hanya sebagai ruang pajang artefak, tetapi juga sebagai ruang temu budaya.

Ia menjelaskan, selama ini Jepara telah memiliki banyak ikon budaya, namun belum memiliki ruang performatif. Yang mampu mewadahi para seniman dan budayawan untuk berekspresi secara rutin. 

Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo
Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo

“Kami ingin menghadirkan tempat di mana seniman, budayawan, dan masyarakat bisa bertukar gagasan sekaligus menyajikan pertunjukan,” ujarnya pada Rabu (22/4).

Menurutnya, wisata ke depan tidak hanya berorientasi pada pemandangan alam, tetapi juga pengalaman budaya. 

Kehadiran pertunjukan seni secara reguler dinilai menjadi salah satu unsur penting, dalam memperkuat daya tarik wisata. Sebagaimana yang telah berkembang di kota-kota budaya seperti Yogyakarta maupun Bali.

Wike menegaskan, konsep yang tengah disiapkan adalah menjadikan Museum Kartini sebagai pintu masuk atau “jendela budaya” Jepara. 

Pengunjung tidak hanya melihat koleksi sejarah. Tetapi juga merasakan atmosfer lintas zaman, melalui pengemasan ruang dan aktivitas di dalamnya.

Sejumlah program pun mulai disiapkan. Seperti berupa forum santai bertema seni dan budaya. Kemudian event tematik setiap selapan sekali, serta pelibatan pelaku UMKM melalui konsep pasar tradisional, yang akan digelar secara berkala dengan sistem kurasi per kecamatan.

Sebagai langkah awal, soft launching dijadwalkan pada 25 April mendatang. 

Kegiatan ini akan dikemas dengan pertunjukan wayang kontemporer yang tidak hanya ditampilkan. Tetapi juga dilengkapi coaching clinic bagi anak-anak, khususnya pemerhati budaya dan dalang cilik. 

Selain itu, ke depan akan diperkenalkan pula pengembangan aplikasi permainan bertema Kartini.

“Konsepnya bukan sekadar melihat artefak. Kami ingin ketika orang masuk museum, ada semacam transformasi suasana, seolah masuk ke ruang waktu masa lalu,” jelasnya. 

Program ini juga melibatkan mahasiswa dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Utamanya untuk membuat aplikasi seputar ke-Kartini-an.

Lebih lanjut, penguatan narasi tidak hanya berfokus pada sosok Kartini. Tetapi juga akan dikembangkan dengan figur sejarah lain seperti Ratu Kalinyamat. 

Hal ini diharapkan dapat memperkaya perspektif budaya lokal, yang ditawarkan kepada pengunjung.

Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan program edukatif seperti “sehari menjadi Kartini” yang menyasar kalangan remaja. 

Program ini akan mengacu pada hasil riset komunitas Rumah Kartini, mencakup pendidikan karakter, nilai-nilai kehidupan, hingga peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

Untuk mendukung keberlanjutan program, pihak pengelola juga menyiapkan konsep production house, serta membuka kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata, termasuk agen tour and travel. 

Upaya ini diharapkan mampu menghidupkan ekosistem event budaya secara reguler, tidak hanya berbasis momentum.

“Ini tahap awal yang bisa kami lakukan. Ke depan, kami ingin menghadirkan lebih banyak pertunjukan, mulai dari wayang, tari, hingga kegiatan edukatif lainnya,” pungkasnya.(fik)

Editor : Admin
#museum jepara #ruang temu budaya #seni dan pertunjukan #Budaya Jepara #museum kartini