JEPARA — Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi wisuda Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jepara tahun 2026.
Ratusan siswa yang telah menuntaskan perjalanan panjang selama tiga tahun, akhirnya resmi dilepas.
Membawa bekal prestasi dan harapan, menuju masa depan yang lebih luas.
Sebanyak 444 wisudawan berdiri sebagai saksi perjalanan mereka sendiri. Perjalanan yang tidak dimulai dari garis yang sama, tetapi dipertemukan dalam satu proses pendidikan yang membentuk karakter dan potensi.
Sejak awal masuk melalui seleksi, para siswa telah dipetakan kemampuannya di kelas X, lalu didampingi untuk menemukan jati diri masing-masing.
Di balik capaian itu, ada nilai-nilai yang terus dihidupkan. Lima prinsip dasar, religius, humanis, smart, inovatif, dan kompetitif.
Ini menjadi “napas” yang mengiringi aktivitas keseharian di madrasah.
Nilai tersebut dipertegas dengan pembiasaan perilaku Islami. Membentuk lingkungan belajar yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter.
Hasilnya tak main-main. Selama masa pendidikan, para siswa berhasil menorehkan 203 prestasi. Baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Prestasi itu tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga merambah provinsi, nasional, hingga internasional.
Sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan bersama.
“Terima kasih, torehan prestasi itu sangat membanggakan MAN 1 Jepara,” ungkap Kepala MAN 1 Jepara, Ah Rif'an pada Sabtu (18/4).
Prestasi tersebut berjalan seiring dengan keberhasilan para lulusan, menembus perguruan tinggi.
"Dari 444 wisudawan, 176 telah diterima perguruan tinggi negeri. Rinciannya 48 lewat jalur SNBP dan 123 SPAN PTKIN, serta 6 diterima Politeknik Negeri," tuturnya.
Di samping itu, Ah Rif'an juga menyampaikan, terdapat 43 wisudawan yang telah diterima perguruan tinggi swasta di berbagai kampus.
Dengan demikian, dari total 444 wisudawan, sebanyak 219 siswa telah diterima di berbagai kampus.
Sementara itu, juga tercatat tiga wisudawan terbaik, Qurrotu Aini, Aqna Kamalata, Faureen Naura Hisby.
Lalu enam wisudawan berprestasi di bidang riset dan akademik. Meliputi Syarifa Rizka Kautsari, Viola Rahma Sania, Aura Alikatuzzahra, Syafa Aulia Ramadhani, Nelsa Helmalia Putri, Amiratuz Zahra.
Tiga wisudawan terbaik berprestasi bidang sains dan olimpiade. Yakni Najwa Nabilatus Shabrina, Dahimmatul Ulya, Danial Al Hasya Ananto.
Serta enam wisudawan berprestasi bidang bahasa, seni dan olahraga. Yaitu Kusuma Keyza Azzahra Widjatmiko, Kayla Aisya Azzahra, Muhammad Amirush Shifa, Muhammad Naufal Hibban, Alysia Sheza Rifa Indah Tsary, Afifatul Azkia.
Menurut Rif'an, bagi pihak madrasah, capaian itu bukan sekadar angka.
Lebih dari itu, ada ikatan emosional yang ingin terus dijaga.
Ah Rifan menegaskan, bahwa hubungan antara madrasah dan para alumni tidak berhenti saat wisuda.
“Kami tidak akan melepaskan ikatan ini. Kalian akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar MAN 1 Jepara. Datanglah kembali, kami akan menyambut dengan bangga,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para lulusan terus melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.
Gelar sarjana hingga doktor diharapkan bukan hanya menjadi simbol akademik, tetapi juga bekal untuk mengabdi dan memberi manfaat bagi masyarakat.
"Kelak, esok, kami juga akan dengan bangga jika dapat mendampingi anak-anak (para wisudawan, red)," ucapnya.
Di sisi lain, apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin.
Ia menyebut capaian MAN 1 Jepara sebagai bukti dedikasi seluruh civitas akademika dalam mendidik generasi muda.
“Kalau ingin mendapatkan dunia harus dengan ilmu, begitu pun dengan akhirat. MAN 1 Jepara telah membekali anak-anak untuk keduanya,” sambungnya.
Bagi para orang tua, momen wisuda ini menjadi puncak kebahagiaan tersendiri.
Tiga tahun mendampingi anak-anak mereka, kini terbayar dengan keberhasilan yang nyata.
Namun di balik itu, perjalanan sesungguhnya justru baru dimulai.
Dari Jepara, langkah-langkah kecil itu kini bersiap menapaki dunia yang lebih luas.
Dengan bekal ilmu, karakter, dan prestasi, para lulusan MAN 1 Jepara diharapkan mampu menjawab tantangan zaman. Serta tetap membawa nama baik almamater di setiap jejak langkahnya.
"Maka berbahagialah para orang tua, telah mengiringi langkah (putra putri, red). Bagi para wisudawan, semangat mencari ilmu. Memerangi kebodohan. Insyaallah, pekerjaan akan mengikuti," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin