JEPARA— Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara pelepasan 444 siswa kelas XII di MAN 1 Jepara yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026 di GOR MAN 1 Jepara. Dalam momen tersebut, Kepala Madrasah, Rifan, menyampaikan pesan yang menyentuh kepada para siswa yang akan melanjutkan perjalanan hidup ke jenjang berikutnya.
Rifan menegaskan bahwa pelepasan ini bukanlah akhir dari hubungan antara siswa dan madrasah. Ia menekankan bahwa setiap siswa yang pernah menjadi bagian dari MAN 1 Jepara akan selalu menjadi keluarga besar madrasah.
“Ketika kalian sudah masuk MAN 1 Jepara, maka selamanya tetap menjadi keluarga. Jika suatu saat alumni datang kembali, kami siap menyambut dengan tangan terbuka,” ujarnya di hadapan para siswa dan orang tua.
Ia juga menjelaskan bahwa prosesi pelepasan ini pada hakikatnya adalah pengembalian tanggung jawab pendidikan kepada orang tua, sebelum para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam kesempatan itu, Rifan berpesan agar para lulusan selalu menjaga nama baik almamater.
“Jaga nama baik MAN 1 Jepara di manapun kalian berada,” tegasnya.
Tak hanya itu, Rifan juga membuka peluang bagi generasi berikutnya dari para alumni untuk melanjutkan pendidikan di madrasah yang sama. Menurutnya, MAN 1 Jepara akan selalu terbuka bagi keluarga besar alumninya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, H. Akhsan Muhyiddin, dalam sambutannya menyoroti tantangan yang kerap dihadapi siswa setelah lulus, terutama terkait pemilihan jurusan di perguruan tinggi.
Ia menyebutkan bahwa sering terjadi perbedaan keinginan antara orang tua dan anak dalam menentukan jurusan kuliah. Bahkan, tidak jarang siswa harus menerima pilihan kedua atau ketiga.
“Konflik setelah lulus biasanya soal jurusan. Orang tua punya harapan, anak punya keinginan sendiri. Itu hal yang wajar,” ungkapnya.
Namun demikian, Akhsan menenangkan para orang tua agar tidak terlalu khawatir terhadap masa depan anak-anak mereka.
Ia menegaskan bahwa setiap manusia telah memiliki rezeki yang diatur oleh Tuhan.
“Setiap yang dilahirkan sudah dijatah rezekinya oleh Allah. Tugas kita adalah belajar dan berusaha,” pesannya.
Acara pelepasan ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan pendidikan di bangku madrasah, tetapi juga menjadi awal langkah baru bagi para siswa dalam meraih cita-cita dan masa depan mereka. (*)
Editor : Admin