Pameran TATAH Jepara di Museum Nasional Diundur, Ini Jadwal Terbarunya

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 07:52 WIB
Bupati Jepara, Witiarso Utomo
Bupati Jepara, Witiarso Utomo

 

JEPARA — Rencana pelaksanaan Pameran TATAH 2026 bertajuk “Suluk–Sulur–Jepara” mengalami penyesuaian jadwal. Jika sebelumnya direncanakan mulai 20 April 2026, kini pameran bergengsi tersebut akan berlangsung pada 29 April hingga 5 Juli 2026 di Museum Nasional Indonesia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo, mengatakan perubahan jadwal tidak mengubah konsep maupun misi besar pameran. TATAH 2026 tetap menjadi momentum strategis untuk mengangkat kembali marwah Jepara sebagai pusat seni ukir Nusantara.

Mengusung tema “Suluk–Sulur–Jepara”, pameran ini mengangkat motif dedaunan khas ukir Jepara yang sarat filosofi perjalanan, pertumbuhan, dan kesinambungan budaya. Motif sulur dimaknai sebagai simbol tradisi yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa pameran ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menempatkan ukiran Jepara sebagai karya seni murni, bukan sekadar produk kerajinan atau komoditas industri mebel.

“Ukiran Jepara harus ditempatkan sebagai karya seni bernilai tinggi, tidak semata ditentukan oleh harga standar. Harapannya, ini juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan para pengukir,” ujarnya.

Menurutnya, TATAH 2026 menjadi ruang redefinisi seni ukir sebagai warisan sejarah, keterampilan turun-temurun, serta filosofi budaya yang telah mengakar kuat di masyarakat Jepara selama berabad-abad.

Pemkab Jepara juga menyoroti tantangan regenerasi pengukir. Di tengah dominasi produksi mebel massal, minat generasi muda terhadap seni ukir murni dinilai terus menurun. Melalui pameran ini, pemerintah ingin mendorong perubahan persepsi, dari pengukir sebagai perajin menjadi kreator seni bernilai tinggi.

Selain pameran, sejumlah agenda pendukung juga telah disiapkan, antara lain diskusi dan peluncuran buku TATAH pada 16 Mei, serta rangkaian galeri tur untuk umum pada 7 Juni dan 4 Juli. Pameran akan ditutup secara resmi pada 5 Juli 2026.

Sebelumnya, pada Maret lalu, sebanyak 20 industri kecil menengah (IKM) mebel Jepara juga telah mengikuti ajang Indonesia International Furniture Expo di BSD, Tangerang. Selain itu, Pemkab Jepara juga telah menyalurkan Kartu Mebel Jepara kepada sekitar 100 pelaku usaha sebagai bagian dari dukungan penguatan sektor ukir dan mebel.

Pameran TATAH 2026 sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Jepara, HIMKI Jepara Raya, serta Rumah Kartini bersama para kurator dan peneliti. Kegiatan ini juga dirancang sebagai bagian pertama dari trilogi pameran hingga 2028.

Target pengunjung pameran mencakup kalangan pemerintah, duta besar negara sahabat, kolektor seni, desainer, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, termasuk kolektor internasional.

Momentum ini diharapkan mampu membuka peluang jejaring global sekaligus mendorong penyelenggaraan pameran seni ukir berstandar tinggi secara berkelanjutan.

 

 

Editor : Admin
TATAH 2026 pameran seni mebel jepara museum nasional ukir jepara