JEPARA – Persoalan kemacetan di jalur strategis kawasan industri menjadi perhatian serius Pemkab Jepara. Salah satu solusi yang kini digagas adalah pengoperasian bus karyawan untuk mengurangi kepadatan arus, terutama saat jam masuk dan pulang kerja.
Rencana itu disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menghadiri halal bihalal bersama serikat buruh di Maribu Resto, Selasa (14/4).
Menurut bupati, pemkab telah mulai menjalin komunikasi dengan DAMRI untuk menyiapkan armada angkutan pekerja.
“Kita sudah komunikasi dengan DAMRI. Mereka siap berapa pun bus yang dibutuhkan. Kalau ini sudah jalan, bisa mengurangi kemacetan di jalur kawasan industri di Jepara,” tegasnya.
Saat ini, skema operasional masih dikaji. Mulai dari tarif, rute, hingga titik penjemputan yang dinilai paling efektif menjangkau kawasan pabrik.
Selain transportasi pekerja, Pemkab Jepara juga menyiapkan langkah konkret lain di bidang kesejahteraan buruh, yakni program daycare untuk anak pekerja.
Untuk tahap awal, sebanyak enam perusahaan besar ditunjuk sebagai pilot project, yakni PT SAMI-JF, PT Parkland World Indonesia, PT Hwaseung Indonesia, PT Formosa Bag Indonesia, PT Kanindo Makmur Jaya, dan PT Jiale Indonesia Textile.
Bupati menegaskan, daycare bukan sekadar tempat penitipan anak, tetapi bagian dari investasi jangka panjang peningkatan kualitas generasi mendatang.
“Program ini bukan sekadar tempat penitipan anak, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi penerus,” ujarnya.
Ia menambahkan, program daycare juga diarahkan untuk mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jepara.
Saat ini, IPM Jepara tercatat naik dari 74,32 menjadi 74,90. Meski demikian, angka tersebut masih tertinggal sekitar tiga poin dibanding Kabupaten Kudus.
Karena itu, berbagai indikator pembangunan, terutama pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur pendukung keluarga pekerja, terus diperkuat.
“Kita ingin menciptakan lingkungan yang baik untuk anak-anak, sehingga kualitas hidup masyarakat meningkat dan IPM Jepara terus naik,” tambahnya.
Bupati menilai capaian kenaikan IPM tersebut tidak lepas dari kontribusi besar para buruh yang selama ini menjadi tulang punggung sektor industri Jepara.
Sementara itu, perwakilan serikat buruh Jepara Murdianto mengapresiasi forum halal bihalal yang dinilainya lebih hangat dan memberi ruang dialog yang setara antara pekerja dengan pemerintah.
“Ini pertama kali halal bihalal dilaksanakan di restoran, dan ini luar biasa. Kami merasa dihargai,” katanya.
Pihaknya juga mendukung penuh program daycare dan transportasi karyawan. Namun, ia berharap skema bus pekerja nantinya juga didukung jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah pengembangan jalur lingkar Mayong sebagai lintasan armada penjemputan.
“Sepanjang bermanfaat untuk pekerja, kami mendukung program Bupati Jepara,” tandasnya.
Sinergi pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata. Tidak hanya mengurai kemacetan kawasan industri, tetapi juga memperkuat kesejahteraan buruh dan kualitas keluarga pekerja di Jepara.
Editor : Admin