JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) terus mendorong penguatan pendidikan berbasis sains, melalui kegiatan yang inovatif dan aplikatif.
Di antaranya diwujudkan dalam penyelenggaraan Lomba Roket, Air tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Jepara tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Stadion Kamal Junaidi pada Kamis (9/4). Para peserta, merancang roket air secara mandiri hingga meluncurkannya.
Kepala Bappeda Kabupaten Jepara, Karunatiti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan Science Center Jepara, yang diarahkan untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis praktik.
Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat. Menuntut dunia pendidikan untuk tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual.
Para siswa, tidak sekadar memahami konsep. Tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
“Pendekatan pembelajaran sains yang efektif salah satunya melalui kegiatan berbasis eksperimen. Lomba roket air ini menjadi sarana yang tepat untuk itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, roket air merupakan media pembelajaran sederhana namun sarat konsep ilmiah.
Di dalamnya, siswa diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar fisika seperti tekanan udara, gaya dorong (thrust), serta aerodinamika yang memengaruhi arah dan jarak tempuh roket.
Melalui proses merancang, membuat, hingga menguji coba roket, para siswa dilatih untuk berpikir kritis dan sistematis.
Mereka juga dituntut mampu menganalisis berbagai faktor teknis, seperti sudut peluncuran, keseimbangan beban, hingga desain struktur roket agar dapat meluncur secara optimal.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi siswa.
Setiap peserta ditantang untuk menghasilkan desain roket terbaik dengan memanfaatkan bahan sederhana, namun tetap memperhatikan aspek efektivitas dan efisiensi.
“Dari sini, siswa belajar bahwa sains bukan sekadar teori di dalam kelas, tetapi sesuatu yang bisa diuji, diamati, dan dikembangkan,” imbuhnya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Science Center Jepara dengan Taman Pintar Yogyakarta, yang telah berpengalaman dalam pengembangan edukasi sains berbasis praktik.
Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas guru dan pelajar, dalam memahami serta mengembangkan metode pembelajaran sains yang lebih menarik.
Setidaknya sebanyak 46 SMP/MTs dari seluruh Kabupaten Jepara turut ambil bagian dalam lomba ini.
Antusiasme peserta sudah terlihat sejak tahap awal, yakni pengiriman proposal yang dibuka pada Kamis (2/4).
Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan teknis pada Senin (6/4), guna memperdalam pemahaman terkait pembuatan dan peluncuran roket air.
Dalam pelatihan tersebut, siswa dibekali materi dasar mengenai konsep fisika yang digunakan. Sekaligus praktik langsung sebagai persiapan lomba.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan pengenalan teknologi robotik yang dilaksanakan pada Selasa (7/4) di Gedung PGRI Jepara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan siswa, di bidang sains dan teknologi secara lebih komprehensif.
"Puncak lomba roket air sendiri digelar hari ini. Menjadi ajang unjuk kemampuan para peserta dalam merancang dan meluncurkan roket terbaik mereka," tuturnya.
Dalam kompetisi ini, aspek penilaian tidak hanya terletak pada jarak tempuh roket, tetapi juga pada stabilitas lintasan, ketepatan sasaran, serta kreativitas desain.
Hal ini menjadikan lomba tidak sekadar ajang kompetisi, namun juga proses pembelajaran yang menyeluruh.
Karunatiti juga menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap bidang sains dan teknologi sejak dini. Sebagai ilmuwan cilik.
Dengan pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif, siswa diharapkan memiliki cara pandang baru terhadap ilmu pengetahuan.
“Harapannya akan lahir generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di era perkembangan teknologi yang semakin maju,” jelasnya.
Sebagai penyelenggara, Bappeda Kabupaten Jepara juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, di antaranya Bank Jateng dan Bank BKK Jepara sebagai sponsor.
Dukungan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendorong keberlanjutan program-program edukatif di daerah, khususnya yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan sains.
Bappeda berharap sinergi ini tidak berhenti pada kegiatan tahun ini saja, tetapi dapat terus berlanjut dalam berbagai program pengembangan di masa mendatang.
“Kerja sama ini sangat kami apresiasi. Semoga ke depan dapat terus terjalin dan mendukung kegiatan-kegiatan Bappeda lainnya,” pungkasnya.(fik)
Editor : Admin