Jepara Naik Kelas, Seni Ukir Tembus Museum Nasional lewat TATAH 2026

M. Khoirul Anwar • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 07:36 WIB
Bupati Jepara Witiarso Utomo
Bupati Jepara Witiarso Utomo

 

 

JEPARA – Seni ukir Jepara kembali menegaskan kelasnya di panggung nasional. Pemerintah Kabupaten Jepara menyatakan dukungan penuh terhadap Pameran TATAH 2026 bertajuk “Suluk–Sulur–Jepara” yang akan digelar di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, mulai 20 April hingga 5 Juli 2026.

Momentum ini dinilai menjadi tonggak penting untuk mengangkat kembali marwah Jepara sebagai Kota Ukir, sekaligus menegaskan bahwa ukiran khas Jepara tidak hanya dipandang sebagai produk mebel atau kerajinan, tetapi juga karya seni murni bernilai tinggi.

Tema “Suluk–Sulur–Jepara” mengusung filosofi perjalanan, pertumbuhan, dan kesinambungan budaya. Sulur sebagai motif dedaunan khas ukiran Jepara dipilih bukan sekadar elemen visual, tetapi menjadi simbol hidupnya tradisi yang terus berkembang dari generasi ke generasi.

Soft opening pameran dijadwalkan berlangsung pada 20 April 2026 dan rencananya dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, serta sejumlah tamu kehormatan lainnya. Sementara itu, masyarakat umum dapat menikmati pameran mulai 21 April hingga 5 Juli 2026.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan, pameran ini selaras dengan visi pemerintah daerah untuk mengembalikan kejayaan Jepara sebagai pusat seni ukir Nusantara.

“Kami ingin ukiran Jepara tidak hanya menjadi produk kerajinan saja, tetapi suatu karya seni murni yang nilainya tidak bisa ditentukan oleh harga standar. Harapan kami, Pameran TATAH ini bisa bermuara pada peningkatan kesejahteraan para pengukir di Kabupaten Jepara,” tegasnya.

Menurutnya, persepsi publik selama ini masih terlalu menyempitkan ukiran Jepara hanya sebagai bagian dari industri mebel. Padahal, di balik setiap tatahan tersimpan sejarah panjang, keterampilan turun-temurun, serta filosofi mendalam yang telah hidup berabad-abad di tengah masyarakat Jepara.

Lebih dari sekadar pameran, TATAH 2026 juga dipandang sebagai jawaban atas tantangan regenerasi pengukir. Di tengah derasnya produksi mebel massal, minat generasi muda terhadap seni ukir murni terus menurun.

Karena itu, Pemkab Jepara melihat momentum ini sebagai langkah strategis untuk menaikkan kelas profesi pengukir, dari sekadar perajin menjadi kreator karya seni yang memiliki nilai koleksi tinggi dan mampu menembus pasar seni nasional maupun internasional.

Pemkab Jepara juga mengundang kolektor seni dari dalam dan luar negeri untuk hadir dalam pameran tersebut. Momentum ini diharapkan menjadi peluang emas memperluas jejaring sekaligus membuka jalan bagi penyelenggaraan pameran seni ukir berstandar tinggi secara berkelanjutan.

BERNILAI TINGGI: Seniman ukir Jepara menyelesaikan proses pembuatan  karya seni relief.
BERNILAI TINGGI: Seniman ukir Jepara menyelesaikan proses pembuatan karya seni relief.

 

“Karena yang kita tampilkan adalah murni karya seni, semoga kolektor ternama bisa hadir. Mudah-mudahan ini menjadi ajang promosi yang sukses, sehingga ke depan kita bisa menyelenggarakan pameran serupa secara rutin,” pungkas Witiarso.

Pameran TATAH 2026 dirancang sebagai bagian pertama dari trilogi pameran hingga 2028. Direktur TATAH Veronica Rompies menjelaskan, konsep pameran dibangun dari riset mendalam mengenai sejarah dan tradisi ukir Jepara.

Rangkaian kegiatan akan mencakup pemutaran film Kartini, performing arts, peluncuran dan bedah buku hasil riset tim, serta program edukasi publik.

Kedalaman narasi sejarah dan kualitas eksibisi dikawal tim kurator ahli yang diisi Dr. Suwarno Wisetrotomo, Nano Warsono, dan Nurrohmad. Sementara tim riset diperkuat M. Afif Isyarobbi, Dr. Arif Akhyat, Dr. Akhmad Nizam, Daniel Frits Maurits Tangkilisan, dan Susi Ernawati.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Jepara, HIMKI Jepara Raya, Rumah Kartini, Museum Nasional Indonesia, kurator, peneliti, dan seniman, sebagai upaya bersama menggaungkan kembali kejayaan seni ukir Jepara di level nasional hingga internasional.

 

 

Editor : Admin
TATAH 2026 seni budaya Jepara witiarso utomo museum nasional ukir jepara