Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Hari Jadi Jepara ke-477 Meriah, Ada Kirab Ratu Kalinyamat hingga Pengajian Gus Iqdam

Admin • Selasa, 7 April 2026 | 14:52 WIB
SAKRAL: Prosesi penyerahan Luwur di depan Balai Desa Mantingan tahun lalu. (PEMKAB JEPARA UNTUK RADAR KUDUS)
SAKRAL: Prosesi penyerahan Luwur di depan Balai Desa Mantingan tahun lalu.

 

JEPARA — Perayaan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara tahun 2026 akan digelar meriah dengan memadukan unsur budaya, spiritualitas, dan pelibatan generasi muda. Rangkaian agenda tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum refleksi sejarah dan penguatan identitas daerah.

Mengusung tema “Kerja Tulus Wujudkan Jepara Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (Mulus)”, puncak peringatan hari jadi dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Ali Hidayat mengatakan, seluruh kegiatan tahun ini dirancang meriah namun tetap sarat makna budaya dan spiritual.

“Ziarah sampai di makam keluarga Adipati Sosroningrat di Kudus. Kirab buka luwur Forkopimda naik kuda bersama pemeran Ratu Kalinyamat. Tumpengan, wayangan hingga pengajian,” pungkas Ali, Senin (6/4).

Rangkaian perayaan diawali dengan halalbihalal bersama keluarga Sosroningrat pada Sabtu (4/4) sebagai simbol penghormatan terhadap trah kepemimpinan Jepara masa lampau.

Agenda berlanjut pada Selasa (7/4) melalui talkshow sejarah Hari Jadi Jepara dan Hari Kartini ke-147 yang digelar bekerja sama dengan DP3AP2KB. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat perspektif perempuan dalam pembangunan daerah.

Memasuki Rabu (8/4), nuansa spiritual dihadirkan lewat ziarah ke makam leluhur Jepara, termasuk makam keluarga Adipati Sosroningrat di Kudus.

Puncak kemeriahan mulai terasa pada Kamis (9/4) dengan sendratari kolosal Ratu Kalinyamat, yang menghidupkan kembali kisah kepemimpinan perempuan legendaris Jepara.

Pada hari yang sama, Kirab Buka Luwur digelar dengan melibatkan Forkopimda yang menunggang kuda bersama pemeran Ratu Kalinyamat. Prosesi ini menjadi salah satu agenda budaya paling dinanti karena menghadirkan suasana dramatik yang khas.

Selain itu, tradisi penyembelihan kerbau, dialog lokal, hingga prosesi Wilujengan Nagari dengan tumpeng ke-477 juga menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas perjalanan panjang Kabupaten Jepara.

Keunikan lain hadir melalui doa lintas penghayat yang melibatkan enam komunitas kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai cerminan toleransi dan keberagaman spiritual di Jepara.

Tak hanya itu, pentas wayang dengan tujuh dalang cilik menjadi simbol regenerasi budaya, sebelum ditutup dengan pengajian umum bersama Gus Iqdam yang diperkirakan menarik ribuan masyarakat.

Rangkaian Hari Jadi Jepara tahun ini berlanjut sepanjang April melalui agenda Hari Kartini, mulai lomba membaca surat Kartini tingkat SMA se-Jawa Tengah, Kartini Inspiration Parade, hingga Konferensi Kartini dan soft launching pengelolaan Museum RA Kartini.

 

Editor : Admin
#Hari Jadi Jepara 477 #Ali Hidayat #Hari Kartini Jepara #Ratu Kalinyamat #gus iqdam