Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Progres 80 Persen, Jalur Baru Menuju Desa Wisata Tempur Segera Tuntas

M. Khoirul Anwar • 2026-03-31 10:05:36

 

TURUN LANGSUNG: Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto meninjau titik longsor di Tempur.
TURUN LANGSUNG: Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto meninjau titik longsor di Tempur.

 

JEPARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus mempercepat pembukaan jalur alternatif menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, menyusul masih berulangnya bencana longsor di kawasan tersebut.

Langkah percepatan dilakukan melalui proses land clearing sekaligus pembersihan material longsoran yang menutup badan jalan utama.

Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran meninjau langsung lokasi terdampak pada Sabtu (28/3) sore.

Selain fokus membersihkan material longsor, Pemkab kini memprioritaskan penyelesaian jalur baru dari arah Sumanding menuju Tempur sebagai akses penghubung menuju desa wisata di lereng Pegunungan Muria itu.

Pembukaan jalur alternatif dinilai mendesak untuk memastikan mobilitas warga tetap terjaga di tengah cuaca yang masih berpotensi memicu longsor susulan.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Jepara, sejak awal hingga akhir Maret 2026 sudah terjadi lima kali longsor di Desa Tempur.

Bahkan, dua kejadian terjadi secara beruntun pada Jumat dan Jumat-Sabtu (27–28/3), tepat di titik yang sama.

Akibatnya, material kembali menimbun badan jalan yang sebelumnya sempat dibersihkan, sehingga akses menuju Desa Tempur maupun wilayah di bawahnya kembali terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa kejadian sebelumnya, jalur utama menuju Tempur memang kerap tertutup longsoran, terutama di titik tanjakan Leki yang dikenal rawan.

Faktor kondisi geografis perbukitan dan tingginya intensitas hujan disebut menjadi pemicu utama bencana berulang tersebut.

Menurut Witiarso, selain membersihkan longsoran, pihaknya kini fokus menuntaskan pembukaan jalur baru sebagai langkah preventif jika longsor besar kembali terjadi.

“Saat ini progresnya sekitar 80 persen. Empat pekan lagi atau sebulanan sudah clear,” ucapnya didampingi Kalaksa BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto.

Panjang jalur baru tersebut diperkirakan mencapai sekitar 6 kilometer.

Hingga saat ini, pembukaan jalan sudah mendekati 5 kilometer dan terus dikebut agar segera bisa difungsikan, terutama untuk mendukung aktivitas warga dan akses logistik.

Setelah pembukaan rampung, badan jalan akan diperkuat melalui pengerasan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara.

Selain itu, sistem drainase juga akan ditata untuk mengurangi risiko longsor di masa mendatang.

Pemkab berharap jalur baru Sumanding–Tempur bisa menjadi solusi jangka menengah untuk mengatasi keterisolasian wilayah saat bencana terjadi.

Selain menunjang keselamatan warga, akses tersebut juga penting untuk mendukung geliat pariwisata Desa Tempur, yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Muria.

“Nanti dianggarkan di APBD Perubahan tahun ini,” pungkasnya. (fik/war) 

 

 

 

Editor : Admin
#jalur alternatif Tempur #Longsor Tempur #Sumanding Tempur #Wisata Tempur Meta Description #jepara #desa tempur #witiarso utomo #keling #Mas wiwit #bpbd jepara