
JEPARA — Bulan Syawal membawa berkah bagi daerah. Suasana libur Lebaran di Kabupaten Jepara tahun ini terasa lebih hidup.
Momentum Syawalan benar-benar menjadi magnet yang menggerakkan sektor pariwisata. Sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Sejumlah objek wisata dipadati wisatawan. Utamanya saat momen Pesta Lomban dan Festival Kupat Lepet pada Sabtu (28/3).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, mengungkapkan bahwa selama sepekan periode Minggu-Minggu (22-29/3) kunjungan wisatawan membeludak.
Total kunjungan wisatawan di objek wisata milik pemerintah daerah mencapai 50.606 orang.
“Angka ini menunjukkan tren positif. Libur Lebaran masih menjadi salah satu momentum yang untuk menggerakkan kunjungan wisata di Jepara,” ungkapnya pada Senin (30/3).
Ia menyebutkan, destinasi favorit seperti Pantai Kartini dan Pantai Bandengan dipadati pengunjung sejak pagi hingga sore hari.
Di sisi lain, wisata bahari seperti Pulau Panjang juga ramai oleh wisatawan yang ingin menikmati jernihnya air laut dan pasir putih.
Sementara itu, wahana edukasi keluarga di Kura-Kura Ocean Park serta wisata sejarah di Museum RA Kartini dan Benteng Portugis turut menjadi pilihan.
Tercatat, dari total kunjungan tersebut, wisatawan dewasa mendominasi sebanyak 48.075 orang, sedangkan anak-anak 2.531 orang.
Tingginya angka ini turut berdampak langsung pada PAD sektor pariwisata, yang mencapai Rp 764.694.999 hanya dalam sepekan.
Tak hanya didorong oleh tradisi Syawalan dan agenda budaya, peningkatan kunjungan tahun ini juga ditopang oleh penerapan sistem e-ticketing di sejumlah objek wisata.
Melalui sistem ini, proses pembelian tiket menjadi lebih transparan.
Ali menjelaskan, e-ticketing membantu memudahkan pengelola, dalam melakukan pencatatan jumlah pengunjung secara real time.
Selain itu, sistem ini juga meningkatkan akuntabilitas pendapatan, sehingga kebocoran retribusi dapat ditekan.
“Dengan e-ticketing, kami bisa memantau jumlah pengunjung harian secara langsung. Ini sangat membantu dalam pengelolaan dan evaluasi,” jelasnya.
Meski demikian, Disparbud tetap melakukan evaluasi, terutama pada momen puncak kunjungan yang masih menimbulkan kepadatan di beberapa lokasi favorit. Seperti di Pantai Kartini yang sempat terjadi antrean panjang di pintu masuk.
Capaian ini menjadi awal yang baik bagi target besar sektor pariwisata Jepara tahun 2026.
Pemerintah daerah menargetkan PAD dari sektor ini mencapai Rp 8,5 miliar.
“Target kami tahun ini Rp 8,5 miliar. Dengan tren seperti ini, kami optimistis bisa tercapai, apalagi jika didukung event-event wisata dan peningkatan fasilitas,” kata Ali.
Ke depan, Pemkab Jepara berencana terus memperkuat promosi, memperbaiki infrastruktur, serta mengembangkan destinasi baru agar wisatawan tidak hanya datang saat Lebaran. Namun, juga di waktu-waktu lain sepanjang tahun.
"Tentunya kami akan terus meningkatkan fasilitas dan layanan. Khususnya di objek-objek wisata yang berada di bawah naungan kami," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin