Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Unik, Kupatan di Dukuh Winong Diwarnai Ruwatan Alat Kerja dan Hewan Peliharaan

M. Khoirul Anwar • Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40 WIB
SELAMET: Prosesi ruwatan alat kerja di Dukuh Winong Sukosono, Kedung, Jepara.
SELAMET: Prosesi ruwatan alat kerja di Dukuh Winong Sukosono, Kedung, Jepara.

 
JEPARA — Tradisi kupatan di Dukuh Winong, RT 12 RW 3 Desa Sukosono, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, berlangsung unik.

Warga menggelar ruwatan rojokoyo yang tidak hanya ditujukan untuk hewan ternak, tetapi juga alat-alat kerja sehari-hari pada Sabtu (28/3). 

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan tahlil di area sumber mata air setempat yang dikenal sebagai Belik Binong. Setelah itu, warga mengambil air dari sumber tersebut menggunakan kendi untuk digunakan dalam prosesi ruwatan.

Air kemudian dipercikkan ke berbagai alat kerja milik warga.

Mulai dari mesin bor, gerinda, mesin profil, hingga peralatan lain seperti pisau, handphone, nozzle untuk finishing mebel, hingga headset.

Selain itu, ruwatan juga dilakukan pada hewan peliharaan yang dibawa warga, seperti kambing, ayam, dan burung.

Keunikan lain tampak dari penggunaan wadah kupat dan lepet.

Warga memanfaatkan dekon dari anyaman daun aren sebagai pengganti plastik, sehingga lebih ramah lingkungan.

Setelah rangkaian prosesi selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama warga dan pembagian doorprize yang menambah kemeriahan suasana.

Tokoh masyarakat setempat, Muhammad Soleh, didampingi Kyai Ahmad Fathan, menyampaikan bahwa tradisi ruwatan rojokoyo merupakan warisan leluhur yang terus dijaga. Selain sebagai bentuk selamatan di momen kupatan, tradisi ini juga mengandung pesan penting.

TRADISI: Prosesi ruwatan hewan ternak di Dukuh Winong, Sukosono, Kedung, Jepara.
TRADISI: Prosesi ruwatan hewan ternak di Dukuh Winong, Sukosono, Kedung, Jepara.

 

“Ini bagian dari menjaga tradisi leluhur sekaligus mengingatkan pentingnya merawat lingkungan, termasuk menjaga sumber mata air dan mengurangi penggunaan plastik,” ujarnya.

Tradisi tersebut menjadi wujud kearifan lokal masyarakat yang tidak hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga relevan dengan isu pelestarian lingkungan.

 

 

Editor : Admin
#Budaya Pesisir #kupatan jepara #tradisi rojokoyo #ruwatan hewan #desa sukosono #kearifan lokal #kedung jepara #pelestarian lingkungan #budaya jawa #tradisi syawalan