Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

4000-an Jemaah Muhammadiyah Gelar Salat Idulfitri di Alun-alun Jepara I, Khotib Berpesan Berislam secara Wasathiyyah

Fikri Thoharudin • Jumat, 20 Maret 2026 | 11:48 WIB
KHIDMAT: Jemaah tengah melakukan salat Idulfitri di Alun-alun Jepara I pada Jumat (20/3) pagi. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
KHIDMAT: Jemaah tengah melakukan salat Idulfitri di Alun-alun Jepara I pada Jumat (20/3) pagi. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

JEPARA — Gema takbir menggema di kawasan Alun-alun Jepara I pada Jumat (20/3) pagi. 

Ribuan manusia dengan pakaian Islami membuat putih area lapangan, dengan warna baju koko maupun mukena yang dikenakan oleh jemaah.

Setidaknya 4.000 jemaah Muhammadiyah melaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah.

Sejak selepas Subuh menjelang matahari terbit, suara takbir telah mengalun di kawasan tersebut. Menciptakan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Di Kabupaten Jepara, pelaksanaan Salat Idulfitri bagi warga Muhammadiyah tahun ini digelar lebih dari 50 titik. Tersebar di berbagai kecamatan dan desa.

KHUSYUK: Jemaah sedang mendirikan Salat Idulfitri.(FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
KHUSYUK: Jemaah sedang mendirikan Salat Idulfitri.(FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Selain di Alun-alun, salat juga dilaksanakan di masjid, lapangan desa, hingga lingkungan permukiman warga. Menunjukkan tingginya partisipasi umat dalam menyambut hari kemenangan.

Pelaksanaan di Alun-alun Jepara I menjadi salah satu yang paling banyak dihadiri. 

Jemaah datang dari berbagai kecamatan sejak pagi hari, memenuhi setiap shaf salat dengan tertib.

RAPAT: Shaf salat jemaah Salat Idulfitri rapat tanpa jarak.(FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
RAPAT: Shaf salat jemaah Salat Idulfitri rapat tanpa jarak.(FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran ibadah. Sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tanpa kendala berarti.

Salat Idulfitri dimulai tepat pukul 06.20 WIB dan berlangsung sekitar 10 menit hingga pukul 06.30 WIB. 

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah Idulfitri yang berlangsung hingga pukul 07.02 WIB. 

ANTUSIAS: Para jemaah tengah menyimak khutbah Salat Idulfitri. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
ANTUSIAS: Para jemaah tengah menyimak khutbah Salat Idulfitri. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Selama khutbah, suasana tetap khusyuk. Jemaah menyimak pesan-pesan keagamaan yang disampaikan.

Ketua Pelaksana Salat Idulfitri 1447 H, Ali Asfari, menyampaikan bahwa pelaksanaan di Alun-alun Jepara I merupakan agenda rutin yang telah berlangsung sejak lama, dan terus mengalami peningkatan jumlah jemaah setiap tahunnya.

Alhamdulillah tahun ini sekitar 4.000 jemaah hadir, putra-putri. Dari tahun ke tahun selalu meningkat, ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa,” ungkapnya.

MENGGEMA: Takbir mengalun di Alun-alun Jepara I jelang Salat Idulfitri pada Jumat (20/3) pukul 06.00.
MENGGEMA: Takbir mengalun di Alun-alun Jepara I jelang Salat Idulfitri pada Jumat (20/3) pukul 06.00. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Ia menambahkan, panitia telah berkoordinasi dan mengantongi izin dari pemerintah daerah terkait penggunaan Alun-alun sebagai lokasi salat. 

Selain itu, pihaknya juga memastikan kebersihan area setelah kegiatan selesai.

“Dari pemerintah daerah juga memberikan apresiasi karena setiap selesai kegiatan, lokasi selalu kembali bersih. Ini menjadi komitmen kami sebagai penyelenggara,” jelasnya.

KHUSYUK: Jemaah sedang berada dalam rakaat pertama Salat Idulfitri. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
KHUSYUK: Jemaah sedang berada dalam rakaat pertama Salat Idulfitri. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Dari pelaksanaan Salat Idulfitri tersebut, panitia berhasil menghimpun infaq sebesar kurang lebih Rp 41 juta. 

Seluruh dana yang terkumpul diserahkan untuk mendukung pembangunan RS Siti Walidah.

Ali menjelaskan, pembangunan rumah sakit tersebut baru berjalan sekitar tiga bulan dan direncanakan berlangsung selama satu tahun.

PEDULI: Infaq jemaah yang terkumpul selama pelaksanaan Salat Idulfitri mencapai Rp 41 juta. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
PEDULI: Infaq jemaah yang terkumpul selama pelaksanaan Salat Idulfitri mencapai Rp 41 juta. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Hingga saat ini, progres pembangunan diperkirakan baru mencapai sekitar 40 persen.

“Ini dari umat untuk umat. Kami berharap ke depan masih ada tambahan dari para jemaah maupun donatur agar pembangunan bisa segera selesai dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, dalam khutbahnya, khotib Yuliansyah Masyhar mengangkat tema Islam wasathiyyah atau Islam yang moderat. 

Ia mengajak jemaah untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan, kepantasan, dan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Islam wasathiyyah mengajarkan sikap adil dalam berbagai aspek kehidupan.

Namun, untuk mencapai keadilan tersebut, seseorang harus memiliki ilmu yang cukup sebagai landasan dalam bersikap dan bertindak.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. 

Islam, ucapnya, tidak mengajarkan umatnya untuk tenggelam dalam materialisme, tetapi juga tidak mengabaikan kebutuhan duniawi.

“Islam menitikberatkan keseimbangan antara ruh dan jasad, antara kebahagiaan akhirat dan kenikmatan dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salah satu ciri utama Islam wasathiyyah adalah tidak bersikap berlebihan (israf) maupun meremehkan (tafrid). 

RAMPUNG: Jemaah perempuan tengah menyelesaikan Salat Idulfitri dengan salam. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)
RAMPUNG: Jemaah perempuan tengah menyelesaikan Salat Idulfitri dengan salam. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS)

Umat Islam diharapkan mampu menjalankan ajaran agama secara proporsional, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan sosial (muamalah).

Dalam penutup khutbahnya, ia mengajak seluruh jemaah untuk kembali ke rumah masing-masing sebagai pribadi yang lebih baik.

“Pulanglah sebagai ayah, ibu, anak, dan anggota masyarakat yang baik. Jadilah pribadi yang tidak berlebih-lebihan, mampu menyebarkan manfaat, serta mencegah kemudaratan,” pesannya.

Usai pelaksanaan salat, jemaah tampak tertib meninggalkan lokasi menuju rumah masing-masing untuk melanjutkan tradisi silaturahmi Idulfitri. 

Berbeda dengan Iduladha, perayaan Idulfitri tidak disertai dengan penyembelihan hewan kurban, melainkan lebih menekankan pada momentum saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial.(fik)

Editor : Admin
#salat idulfitri jepara #salat ied 1447 h #wasathiyyah islam #khutbah idulfitri #jemaah 4000 jepara #rs siti walidah jepara #infaq salat ied #idulfitri muhammadiyah #salat ied lapangan #berita jepara terbaru #islam moderat wasathiyyah #kegiatan muhammadiyah jepara #perayaan idulfitri jepara #alun-alun jepara #muhammadiyah jepara