Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jepara Gelar JIF-BW 2026, Perkuat Tradisi Ukir dan Perluas Pasar Furnitur Global

M. Khoirul Anwar • Senin, 9 Maret 2026 | 04:03 WIB

 

SINERGI: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat bersama Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar saat membuka JIF BW 2026.
SINERGI: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat bersama Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar saat membuka JIF BW 2026.

JEPARA — Industri furnitur Jepara kembali mendapat panggung melalui gelaran Jepara International Furniture – Buyer Weeks (JIF-BW) 2026. Pameran furnitur yang digelar di Gedung Wanita Jepara ini resmi dibuka pada Minggu (8/3/2026).

Pembukaan dilakukan oleh Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, yang mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo.

Agenda pameran berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Maret 2026. Sebanyak 45 peserta terlibat dalam kegiatan ini, baik melalui meeting point pameran di Gedung Wanita maupun kunjungan langsung ke showroom atau in-house visit milik produsen.

Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan turut hadir dalam pembukaan, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, jajaran Forkopimda Jepara, serta pelaku usaha furnitur dari berbagai sentra industri.

Dalam sambutannya, Ibnu Hajar mengapresiasi inisiatif Konsorsium Jepara Gerak yang menggagas penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, asosiasi hingga pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan industri furnitur Jepara.

“Kolaborasi seperti ini penting untuk memperluas jaringan pasar sekaligus memperkuat posisi furnitur Jepara di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Ia menambahkan, JIF-BW tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sarana strategis untuk menjaga keberlanjutan tradisi ukir Jepara yang telah menjadi identitas sekaligus sumber ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kekuatan industri furnitur Jepara terletak pada perpaduan antara warisan tradisi dengan inovasi desain serta peningkatan kualitas produk.

“Kita ingin tradisi ukir Jepara tetap hidup, namun juga mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar melalui kreativitas dan inovasi,” kata Gus Hajar, sapaan akrabnya.

Pemerintah Kabupaten Jepara berharap JIF-BW 2026 dapat menjadi ruang pertemuan yang produktif antara produsen furnitur dengan para buyer dari berbagai daerah maupun luar negeri.

Selain memperluas akses pasar, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong semakin banyak pelaku usaha furnitur Jepara untuk berpartisipasi dalam pameran serupa di masa mendatang. (*)

 

 

 

 

 

Editor : Zainal Abidin RK
#jepara #pameran #mebel #Gedung Wanita #furnitur