Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

LPG 3 Kg Langka Saat Ramadhan, Warga Jepara Rela Antre Tabung Kosong

Fikri Thoharudin • Selasa, 24 Februari 2026 | 17:07 WIB

KOSONG: Tabung gas milik warga diantrekan di salah satu kios pengecer LPG di Jalan HOS Cokroaminoto pada Selasa (24/2).
KOSONG: Tabung gas milik warga diantrekan di salah satu kios pengecer LPG di Jalan HOS Cokroaminoto pada Selasa (24/2).

JEPARA — Puluhan tabung gas LPG 3 kilogram (kg) menumpuk di kios pengecer, di Jalan HOS Cokroaminoto pada Selasa (24/2).

Tabung gas melon yang telah kosong tersebut merupakan kepunyaan warga. Dikumpulkan lebih dulu, lantaran jika ada stok masuk mendapatkan jatah lebih dulu.

Pengecer gas LPG, Nur Rokim, 60, menyampaikan kondisi gas LPG yang mulai sulit tersebut telah terjadi setidaknya sepekan yang lalu. Sebelum Ramadhan.

"Ya sudah semingguan ini. Itu bukan punya saya, tapi punya warga yang titip. Saya ngecer," ungkapnya saat ditemui di kiosnya pada Selasa (24/2).

Untuk harga di area kota sendiri, menurut Rokim, tak lebih dari Rp 30 ribu. "Area kota pol duwur (paling mahal) ya sekitar Rp 25 ribu," sebutnya.

Dirinya mengaku tidak banyak dalam mengambil untung. Jika dapat stok di harga Rp 22-23 ribu, ia jual kembali dengan harga Rp 25 ribu. "Ya, seperti ini dapate (untung) tipis," singkatnya.

Pihaknya berharap ketersediaan stok, dapat berjalan dengan lancar. "Dadi wong bakulan dodol enak, masyarakat ora kelabakan," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Jepara Anjar Jambore Widodo menyampaikan solusi atas tingginya permintaan tersebut yaitu dengan melakukan penambahan kuota.

Pada Minggu (22/2) lalu Pemda Jepara telah mengusulkan tambahan kuota LPG fakultatif. Hal itu diajukan kepada PT. Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY.

Dalam usulan tersebut Sekda Jepara Ary Bachtiar menyampaikan untuk dilakukan penambahan alokasi kuota LPG fakultatif, sebanyak 78.160 untuk Kabupaten Jepara.

Usulan tersebut didasarkan atas tingginya permintaan dan konsumsi LPG 3 kg oleh masyarakat. Khususnya di masa Ramadhan serta jelang IdulFitri.

"Ya kami sudah mengajukan, sekitar 78 ribuan. Memang di bulan Ramadhan ini masyarakat merasakan nyarinya (beli LPG) agak susah," sambungnya.

Menurutnya memang, di saat momen Ramadhan permintaan dari masyarakat atas stok LPG memang meningkat.

"Karena kebutuhannya pun meningkat. Dari usulan tersebut harapannya bisa memenuhi hingga lebaran nanti, tapi kalau kurang ya akan kami ajukan kembali," imbuhnya.

Pihaknya juga mengaku telah melakukan pengecekan harga. Baik di tingkat pangkalan maupun agen. Harganya masih sesuai aturan.

"Jika di tingkat pengecer itu ada yang sampai Rp 30 ribu. Di pangkalan harganya sekitar Rp 18-20 ribu. Kalau sudah di tingkat pengecer kami tidak bisa mengendalikannya," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#Fakultatif #jepara #sulit #lpg 3 kg #pertamina