JEPARA — Penanganan jalan kabupaten yang amblas di Desa Guwosoberto, Kecamatan Welahan, masih dalam tahap kajian teknis.
Hal itu dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara.
Kepala Dinas PUPR Jepara, Hery Yulianto, menyampaikan pihaknya belum bisa langsung melakukan perbaikan permanen.
Sebelum mengetahui secara pasti kedalaman dan karakter retakan tanah di lokasi tersebut.
“Kami baru meneliti kedalaman keretakannya. Karena kalau menangani tanpa dasar itu, tidak akan tertangani sampai mentok dasar retakannya. Sampai titik tanah kerasnya harus dipastikan,” ungkapnya.
Menurut Hery, langkah awal yang akan dilakukan adalah penggalian ulang pada titik amblas untuk memastikan struktur tanah di bawah badan jalan.
Setelah itu, tanah akan diganti dan dilakukan pemadatan ulang sebelum penanganan lanjutan.
“Akan kami gali lagi, diganti, nanti pemadatan tanah akan kami ulangi,” jelasnya.
Pihaknya juga masih menelusuri penyebab amblesnya jalan tersebut.
Dugaan sementara, kerusakan bisa dipicu oleh gerusan aliran sungai di bawah badan jalan. Ataupun faktor lain seperti pergerakan tanah.
“Kami sedang mencari penyebabnya. Apakah karena aliran sungai yang tergerus hingga bawah amblas atau karena kasus lainnya,” katanya.
Ia menyebut, pola retakan di Guwosoberto memiliki kemiripan dengan beberapa kasus di wilayah Semarang dan kabupaten lain.
Namun, PUPR masih menunggu hasil kajian tim teknis, untuk memastikan apakah kondisi tersebut termasuk kategori tanah bergerak.
“Kalau itu tanah gerak, kami akan repot lagi. Patahannya bisa sampai ke mana-mana. Semoga ini hanya tanah lembek, sehingga karena tekanan (dari atas, red) turun, masuk ke sungai,” tambahnya.
Secara visual, retakan di badan jalan tidak membentuk satu garis lurus, melainkan menyerupai jajar genjang.
Hal ini menjadi perhatian khusus dalam penentuan metode perbaikan.
Terkait usulan warga agar jalan dicor beton, Hery menegaskan pihaknya telah menugaskan tim untuk mengkaji penanganan yang paling tepat.
“Permintaannya dibeton. Kami baru menugaskan tim untuk mengkaji yang paling pas apa penanganannya,” ujarnya.
Jika proses perbaikan dimulai, PUPR akan menutup sementara ruas jalan tersebut dan mengalihkan arus lalu lintas, demi keselamatan pengguna jalan.
Adapun anggaran penanganan masih bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT). Hingga saat ini masih dalam tahap perhitungan kebutuhan biaya.
“Penanganannya menggunakan BTT, masih dihitung,” tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya