Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Umat di Kelenteng Welahan Rayakan Tahun Baru Imlek, Lakukan Sembahyangan dan Nyalakan Ratusan Pelita

Fikri Thoharudin • Selasa, 17 Februari 2026 | 16:13 WIB
PENERANG: Umat tengah menyalakam pelita seusai bersembahyang di Kelenteng Hian Thian Siang Tee pada Selasa (17/2) pulul 00.30.
PENERANG: Umat tengah menyalakam pelita seusai bersembahyang di Kelenteng Hian Thian Siang Tee pada Selasa (17/2) pulul 00.30.

JEPARA — Kelap-kelip lampion merah menghiasi atap dan langit-langit kompleks Kelenteng Hok Tek Bio dan Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan. 

Cahaya temaram berpadu dengan langit yang cerah, menciptakan suasana hening dan khidmat dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Tahun Shio Kuda Api.

Dua kelenteng yang berjarak sekitar 200 meter itu tampak didatangi umat sejak Senin (16/2) pukul 23.00. 

Sebagian berjalan kaki dari satu kelenteng ke kelenteng lainnya, mengikuti rangkaian persembahyangan malam pergantian tahun.

Di Hok Tek Bio, ibadah dimulai lebih awal. Pada pukul 23.25, sembahyang rampung. 

Menjelang tengah malam, umat bergeser ke Kelenteng Hian Thian Siang Tee. 

Tepat pukul 23.40, persembahyangan dimulai dan berakhir pada pukul 00.30. 

Seusai doa-doa dipanjatkan, satu per satu pelita dinyalakan. 

Cahaya kecil itu berderet rapi, menjadi simbol harapan akan kehidupan yang terang dan dijauhkan dari mara bahaya.

Terdapat setidaknya 168 pelita sebagai simbol berkah dan keselamatan.

Angka 168 yang dinyalakan memiliki makna khusus. “Seratus enam puluh delapan dibaca 一路發 ‘yi lu fa’, artinya berkah yang tidak terputus. Angka 68 juga diartikan ‘lu pan’, harapannya menjadi orang sukses,” terang Pemimpin Peribadatan Budianto pada Selasa (17/2).

Pihaknya menjelaskan bahwa rangkaian perayaan telah dimulai sejak Senin (16/2) pagi hari.

Menurutnya, penyalaan pelita dilakukan selama 15 hari hingga malam Cap Go Meh. Puncaknya pada tanggal 15 malam, sebagai simbol penerangan hidup, kesehatan, panjang umur, dan rezeki melimpah.

“Jam 10.00 pagi tadi ada sembahyang, selesai sekitar satu jam kemudian. Lalu malam ini (kemarin, red) sembahyang untuk menyambut tahun baru, mengikuti waktu di Tiongkok yang selisih satu jam lebih dulu,” ujarnya.

Di Hok Tek Bio, persembahyangan diawali dengan menghadap ke luar atau ke langit sebagai penghormatan kepada Tuhan, sebelum kemudian bersembahyang kepada para Dewa. 

Di antaranya altar Dewa Bumi (Hok Tek Ceng Sin), Kuan Kong (Dewa Perang), Nabi Konghucu, serta Makco Kwan Im.

“Malam ini puncak perayaan Imlek. Paginya lebih ke perayaan keluarga, saling menghormati yang muda kepada orang tua. Identik dengan angpao, amplop merah berisi uang sebagai simbol berbagi rezeki,” tambah Budianto.

KHIDMAT: Proses persembahyangan di Kelenteng Hian Thian Siang Tee pada Selasa (17/2) pagi hari.
KHIDMAT: Proses persembahyangan di Kelenteng Hian Thian Siang Tee pada Selasa (17/2) pagi hari.

Ia berharap di Tahun Kuda Api ini masyarakat Welahan khususnya, serta Jepara pada umumnya, senantiasa diberi keberkahan. 

“Semoga panen berhasil, masyarakat makmur, sukses, tetap utuh dan solid, serta bisa lebih maju,” harapnya.

Rangkaian perayaan belum usai sepenuhnya. Pada Kamis–Jumat (19–20/2) akan digelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Waroto mulai pukul 20.00 hingga 04.00 di Kelenteng Hian Thian Siang Tee, sekaligus menyambut turunnya Kongco-Makco dan para Sien Bing Cie-Ang.

Sementara pada Selasa (3/3), sembahyang Cap Go Meh akan dilaksanakan pukul 10.00, dilanjutkan pagelaran wayang kulit siang hingga malam di Hok Tek Bio Welahan.

Selepas tengah malam, usai pelita dinyalakan, umat perlahan kembali ke rumah masing-masing. 

Sebagian melanjutkan silaturahmi keluarga. Di antara cahaya lampion dan asap hio yang masih mengepul tipis, Imlek di Welahan bukan sekadar pergantian tahun. Melainkan perayaan harapan, kebersamaan, dan doa agar kehidupan kian terang di tahun yang baru.

"Semoga panjang umur dan rezeki melimpah," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#imlek #jepara #welahan #imlek 2026