Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragedi Miras Jepara: Korban Keenam yang Meninggal Ternyata Orang Kepercayaan Pemilik Kafe, Sempat Cicipi Jamu Ginseng

M. Khoirul Anwar • Rabu, 11 Februari 2026 | 12:56 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

JEPARA — Korban tewas akibat miras oplosan di Jepara kembali bertambah menjadi enam orang.

Korban terbaru diketahui memiliki kedekatan khusus dengan pemilik tempat penjualan minuman, bahkan disebut sebagai orang kepercayaan dari pemilik kafe semi-karaoke di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban kerap membantu aktivitas di lokasi tersebut dan sudah lama mengenal pemilik usaha berinisial R.

Kedekatan itu membuat korban tidak menaruh curiga saat mencicipi minuman yang kemudian berujung maut.

“Dia orang dekatnya. Sudah biasa di situ, sering bantu-bantu juga,” ujar salah seorang warga setempat.

Pada malam kejadian, korban diketahui ikut mencicipi jamu ginseng yang belakangan diduga kuat menjadi sumber racun.

Minuman tersebut dikonsumsi bersama beberapa korban lain sebelum kondisi mereka mulai memburuk.

Awalnya, korban hanya mengeluh pusing dan mual. Namun, beberapa jam kemudian kondisinya terus menurun hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Sempat Bertahan, Nyawa Tak Tertolong

Korban sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa hari. Tim medis berupaya menstabilkan kondisinya yang terus melemah akibat dugaan keracunan zat berbahaya.

Pihak keluarga bahkan masih berharap korban bisa pulih, mengingat sebelumnya sempat menunjukkan tanda-tanda membaik. Namun, harapan itu pupus setelah korban mengembuskan napas terakhir pada Selasa malam (10/2).

“Masih sempat sadar, sempat ngobrol sebentar. Kami kira sudah membaik,” ungkap salah satu kerabat korban.

Dengan meninggalnya korban ini, total korban tewas dalam tragedi miras oplosan tersebut kini mencapai enam orang.

Kepercayaan yang Berujung Petaka

Fakta bahwa korban merupakan orang kepercayaan pemilik tempat membuat peristiwa ini terasa semakin pilu. Korban tidak hanya datang sebagai pengunjung, tetapi juga sebagai orang yang merasa aman berada di lingkungan tersebut.

“Karena sudah kenal lama, mungkin tidak curiga sama sekali,” kata warga lainnya.

Polisi menduga, faktor kedekatan inilah yang membuat para korban tidak mempertanyakan kandungan minuman yang mereka konsumsi.

Minuman yang disetor dari Bulungan itu diketahui memiliki aroma seperti sabun. Berbeda dengan biasanya.

Polisi Dalami Peran Pemilik Usaha

Sementara itu, Satreskrim Polres Jepara masih mendalami peran pemilik usaha dalam kasus ini.

Polisi memeriksa aktivitas penjualan, asal-usul bahan minuman, hingga proses peracikan jamu ginseng yang dikonsumsi korban.

Sejumlah barang bukti telah diamankan untuk diuji laboratorium guna memastikan kandungan zat berbahaya di dalamnya.

Hingga kini, dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif dan berada dalam pengawasan ketat tim medis.

Imbauan bagi Masyarakat

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada minuman yang tidak memiliki standar keamanan jelas, meskipun ditawarkan oleh orang yang sudah dikenal.

“Kejadian ini menunjukkan bahwa rasa percaya tanpa kehati-hatian bisa berujung fatal,” kata petugas.

 

 

Editor : Ali Mustofa
#jepara #tewas #berita jepara hari ini #korban #miras #kafe #polisi #karaoke #oplosan #ginseng #berita jepara #jamu