Beroperasi Lebih dari 10 Tahun, Warung Miras dan Karaoke di Jepara Jadi Sorotan Usai Tragedi Enam Korban Tewas

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 11 Februari 2026 | 10:21 WIB

Photo
Photo

JEPARA – Warga Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dihebohkan dengan peristiwa pesta minuman keras di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, yang menewaskan sejumlah warga.

Peristiwa tersebut memicu perhatian masyarakat karena keberadaan warung yang menjual minuman keras itu disebut-sebut telah lama meresahkan lingkungan sekitar.

Seorang warga setempat mengungkapkan, warung miras milik pria berinisial R telah beroperasi sekitar sepuluh tahun dan menyediakan berbagai jenis minuman keras.

Baca Juga: Jumlah Korban Tewas Konsumsi Miras Oplosan di Jepara Jadi Enam, Dua Masih Dirawat

Tempat tersebut bahkan disebut buka selama 24 jam dengan pelanggan mayoritas warga sekitar Kecamatan Pakis Aji.

“Sudah lama beroperasi dan buka terus. Kebanyakan pembelinya warga sekitar,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

R diketahui sebelumnya merupakan warga Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo.

Setelah ibunya meninggal dunia beberapa tahun lalu, ia menempati rumah di RT 3 RW 3 Desa Suwawal Timur yang kemudian dijadikan tempat usaha penjualan minuman keras.

Menurut informasi warga, R sempat memiliki usaha karaoke di Kecamatan Mlonggo, namun usaha tersebut telah lama tutup.

Dalam tiga tahun terakhir, ia kembali membuka tempat karaoke yang berada satu kompleks dengan warung miras miliknya.

Meski tidak menyediakan pemandu secara tetap, pemandu karaoke akan didatangkan jika ada pengunjung yang memintanya.

Baca Juga: Sang Pelayan Minuman Oplosan di Jepara Meninggal, Korban Bertambah Jadi 6 Orang

Warga juga menyebutkan, R tidak meracik sendiri minuman keras yang dijualnya.

Ia mendapatkan pasokan dari pihak lain, termasuk minuman jenis gingseng yang dikirim dari Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji.

Minuman tersebut dijual dengan harga sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per gelas atau Rp40 ribu per liter.

Minuman kiriman tersebut diduga menjadi penyebab peristiwa maut yang menewaskan sejumlah warga.

Berdasarkan keterangan pelayan warung, minuman gingseng yang diterima pada Sabtu (7/2/2026) memiliki karakter berbeda dari biasanya.

Baca Juga: Mengenal Khubaila, Sosok Pemeran Ratu Kalinyamat Baratan 2026 Desa Kriyan, Kalinyamatan, Jepara

“Rasanya tidak seperti biasanya, baunya wangi seperti sabun,” ungkap warga menirukan keterangan pelayan warung.

Dalam kejadian tersebut, korban pertama yang dilaporkan meninggal dunia adalah Nur Amin, warga RT 1 RW 4 Desa Suwawal Timur, pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Beberapa jam kemudian, warga RT 3 RW 3 Desa Suwawal Timur bernama Soleh juga meninggal dunia pada siang hari.

Pada hari yang sama sekitar waktu magrib, Dul Hadi, warga Desa Bulungan, turut dilaporkan meninggal dunia.

Selanjutnya, dua korban lain asal Desa Suwawal atau Suwawal Barat, yakni Ari dan seorang warga yang dikenal dengan panggilan Kupat, meninggal pada Selasa (10/2/2026) pagi.

Sementara itu, beberapa korban lain sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit, di antaranya Eko yang merupakan pekerja warung miras tersebut dan warga Desa Selagi, Kecamatan Pakis Aji, serta Miun dari Suwawal Barat dan Eli dari Suwawal Timur.

Warga sekitar mengaku telah lama merasa terganggu dengan aktivitas warung miras tersebut.

Baca Juga: Jamu Gingseng Oplosan, Diduga Jadi Penyebab Tewasnya Lima Orang di Jepara. Begini Kronologi Lengkapnya

Selain keberadaan minuman keras, suara musik dari tempat karaoke juga sering menimbulkan kebisingan.

Bahkan saat bulan Ramadan tahun lalu, warga sempat menyampaikan keluhan agar ada toleransi terhadap lingkungan sekitar.

“Sudah lama meresahkan, terutama karena musiknya keras. Saat Ramadan pun tetap beroperasi, padahal warga berharap ada toleransi,” ujar warga.

Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat dugaan pesta minuman keras tersebut terus bertambah.

Hingga Rabu (11/2/2026), total korban tewas tercatat enam orang dan dua lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Polisi Melakukan Penyelidikan Kasus Kematian Lima Warga Jepara, Tewas Usai Konsumsi Minuman Oplosan

Kasi Humas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal bertambah dari sebelumnya lima orang.

“Korban meninggal dunia enam orang, sementara dua lainnya masih dirawat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Jepara untuk mengungkap penyebab pasti kejadian. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban mulai mengalami keluhan kesehatan pada Minggu (8/2) malam setelah mengonsumsi jamu gingseng oplosan tersebut. Kasus kematian kemudian terjadi secara bertahap sejak Senin hingga Selasa (9–10/2).

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologi kejadian serta penyebab pasti kematian para korban.

Editor : Ali Mustofa
meninggal rumah sakit miras karaoke kepolisian