Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dua Korban Kebakaran PT Chengqi Meninggal Dunia, Pemkab Tawarkan Akses Pendidikan SR kepada Anak Mendiang

Fikri Thoharudin • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:52 WIB
PEDULI: Wabup Jepara M Ibnu Hajar didampingi sejumlah perwakilan OPD takziah di rumah mendiang.
PEDULI: Wabup Jepara M Ibnu Hajar didampingi sejumlah perwakilan OPD takziah di rumah mendiang.

JEPARA — Dua korban kebakaran hebat di pabrik PT Chengqi Industrial Indonesia, Kecamatan Nalumsari, dinyatakan meninggal dunia.

Usai menjalani perawatan intensif selama beberapa hari.

Keduanya sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah pada Sabtu (17/1). Kemudian dirujuk ke RS Columbia Asia Semarang, sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Camat Mayong Muh Taufik, menyampaikan bahwa kedua korban wafat dalam waktu yang berbeda. 

Korban pertama, Dicky Trian (35), warga Desa Singorojo, Kecamatan Mayong dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (24/1). 

Selang sepekan kemudian, korban kedua, Ahmad Reza (25), meninggal dunia pada Jumat (31/1).

Dicky Trian dimakamkan di Desa Singorojo. Korban diketahui merupakan warga asli Kudus dan meninggalkan dua orang anak. 

Masing-masing satu anak perempuan yang masih bersekolah di MI serta satu anak usia PAUD. 

Sementara Ahmad Reza dimakamkan di Desa Guwosoberto, Kecamatan Welahan. Ia diketahui berasal dari Desa Ngroto dan meninggalkan seorang putra laki-laki berusia sekitar dua tahun.

"Almarhum mas Reza semalam baru ngajike (Tahlil, red) yang pertama," ungkapnya pada Minggu (1/2).

Kebakaran besar tersebut terjadi pada Sabtu (17/1) siang di kompleks pabrik PT Chengqi Industrial Indonesia, Kecamatan Nalumsari.

Peristiwa itu diduga kuat dipicu instalasi listrik yang tersambar petir. Sehingga menyebabkan korsleting pada mesin produksi dan memicu kebakaran hebat.

Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Wakil Bupati yang mewakili Bupati, bersama sejumlah OPD dan unsur Forkopimcam, turut melakukan takziah ke rumah duka pada Sabtu (31/1) malam.

Hadir dalam rombongan tersebut perwakilan DKK, Baznas, Dinsos, Satpol PP, Diskominfo, Dinaskopukmnakertrans, Kecamatan Mayong, Forkopimcam, serta unsur terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jepara menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Serta menyerahkan bantuan santunan dan logistik sebagai bentuk empati dan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

Wakil Bupati Jepara M Ibnu Hajar juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk membantu pengurusan dan fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan, sebagai bagian dari perlindungan sosial bagi keluarga korban.

Selain itu, Pemkab Jepara menawarkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat (SR) bagi anak-anak korban. Utamanya yang masih duduk dibangku SD sederajat.

Putra-putri korban, termasuk anak Dicky Trian yang saat ini masih bersekolah di MI, ditawarkan untuk dapat didaftarkan dalam program tersebut jika keluarga berkenan.

Langkah ini, menurut pemerintah daerah, bertujuan untuk meringankan biaya pendidikan anggota keluarga yang ditinggalkan mendiang.

Sekaligus menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak korban, pasca musibah kebakaran yang menimpa tulang punggung keluarga.

"Almarhum mas Dicky mengalami luka bakar sekitar 90 persen, sementara almarhum mas Reza mengalami 80 persen. Semoga keluarga yang ditinggalkan sabar, serta mendiang juga khusnul khotimah," pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#kebakaran #jepara #damkar #pabrik busa #PT Chengqi Industrial Indonesia kebakaran