JEPARA — Pendakian wisata alam ke Puncak Candi Angin di Kabupaten Jepara kembali dibuka untuk umum. Setelah sempat ditutup hampir satu bulan akibat bencana banjir dan longsor.
Pengelola Basecamp Pendakian Candi Angin, Ahmad Junaidi, menyampaikan bahwa aktivitas pendakian resmi dibuka kembali pada Minggu (1/2) mendatang.
Pembukaan ini menandai berakhirnya masa penutupan pascabencana, yang terjadi pada awal Januari lalu.
"Candi Angin mulai dibuka kembali hari Mainggu, 1 Februari 2026. Sebelumnya memang kami tutup hampir satu bulan,” sebut Junaidi pada Jumat (30/1).
Ia menjelaskan, penutupan dilakukan menyusul terjadinya banjir dan longsor pada Jumat (9/1). Yang memutus akses jalan utama.
Menurutnya, kondisi jalur saat ini sudah mulai relatif aman untuk dilalui. Usai dilakukan pembersihan dan pengecekan lapangan oleh pengelola bersama relawan dan warga sekitar.
Beberapa titik jalur sudah dibersihkan dari material longsor, material batu, pohon tumbang, dan lumpur.
Ahmad Junaidi juga menyampaikan bahwa pembukaan kembali pendakian dilakukan secara bertahap.
Dengan tetap menerapkan pembatasan dan pengawasan ketat terhadap aktivitas pengunjung.
Pengelola basecamp juga mengimbau para pendaki untuk tetap mematuhi standar keselamatan, membawa perlengkapan yang memadai, serta mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan wisata alam tersebut.
Selain itu, pendaki diminta selalu memperhatikan kondisi cuaca, mengingat potensi hujan masih bisa terjadi dan berisiko memengaruhi kondisi jalur.
Candi Angin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam dan pendakian favorit di Jepara. Menawarkan panorama pegunungan, hutan, dan lanskap alam terbuka. Termasuk sebagai salah satu situs yang sarat akan sejarah dan kebudayaan.
Dengan dibukanya kembali pendakian ini, diharapkan aktivitas wisata alam di kawasan tersebut dapat kembali berjalan normal. Seiring dengan dilakukannya recovery terhadap jalan utama menuju Desa Tempur.(fik)
Editor : Mahendra Aditya