JEPARA - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di sejumlah wilayah.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
Kepala Kankemenag Jepara Akhsan Muhyiddin menyampaikan, bantuan tersebut merupakan implementasi Asta Protas Kementerian Agama yang menekankan kehadiran langsung di tengah masyarakat.
“Kami hadir sebagai wujud implementasi Asta Protas Kementerian Agama, hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak,” ujarnya usai menyerahkan bantuan, Senin (26/1).
Pada hari tersebut, Kemenag Jepara menyalurkan 200 paket sembako di Desa Sowan Kidul, 150 paket di Desa Welahan, serta 150 paket di Desa Ketilengsingolelo.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program kebencanaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Akhsan menambahkan, sepanjang awal tahun 2026, Kemenag Jepara telah menyalurkan lebih dari 1.000 paket sembako secara insidental kepada warga terdampak bencana.
Bantuan serupa sebelumnya juga diberikan kepada warga Desa Tempur serta melalui Posko Dapur Umum Kalinyamatan.
Selain itu, pada akhir 2025 lalu, Kemenag Jepara juga menyalurkan 500 paket sembako kepada masyarakat sekitar kantor Kemenag.
Yaitu dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama.
“Kami akan terus menjalankan program-program yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kemenag Jepara juga menjalankan program pengentasan kemiskinan melalui Mandiri MadinQu.
Yang memberikan bantuan modal awal bagi guru madrasah dan TPQ, disertai pendampingan manajemen dan pemasaran usaha.
Bantuan Kemenag tersebut turut memperkuat penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari Pemkab Jepara yang sebelumnya telah disalurkan ke sejumlah desa rawan pangan. (fik/war)