Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Lagi Sekadar Timbang Balita, Layanan Dasar Warga Jepara Kini Bertumpu di Posyandu

M. Khoirul Anwar • Kamis, 22 Januari 2026 | 14:36 WIB

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso


JEPARA — Di sejumlah desa di Jepara, aktivitas warga di Posyandu kini tak lagi berhenti pada penimbangan balita dan pencatatan gizi.

Warga mulai datang dengan beragam kebutuhan, dari urusan kesehatan keluarga, pendidikan anak, sanitasi lingkungan, hingga persoalan sosial.

Posyandu perlahan berubah menjadi ruang layanan dasar yang lebih menyentuh keseharian masyarakat.

Perubahan ini merupakan bagian dari Pendampingan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Tim Pembina Posyandu.

Program tersebut mulai dilaksanakan sejak 21 Januari 2026 di 15 lokasi percontohan yang tersebar di 15 kecamatan, dengan pendekatan advokasi, sosialisasi, dan simulasi layanan lintas sektor.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso, menegaskan bahwa Posyandu kini diarahkan menjadi simpul layanan dasar masyarakat, bukan hanya fasilitas kesehatan ibu dan anak.

“Posyandu hari ini telah bertransformasi menjadi simpul layanan dasar masyarakat. Melalui Posyandu 6 SPM, layanan diperluas ke enam bidang sekaligus, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Dalam praktiknya, transformasi ini menghadirkan dampak langsung bagi warga. Pada bidang pendidikan, Posyandu berperan dalam penguatan layanan usia dini melalui program SELARAS JEPARA, yang mendorong kesiapan anak sebelum masuk jenjang pendidikan formal.

Di bidang kesehatan, layanan tidak hanya fokus pada balita, tetapi juga pencegahan stunting, anemia, dan tuberkulosis melalui program seperti PESONA DATUK, SEHATI, dan SAPU SAKTI.

Sementara itu, pada bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat, Posyandu mulai menjadi pintu masuk edukasi sanitasi, air bersih, dan hunian sehat melalui program PROMASEH, PROASIH LAKONI, MULUS LANCAR, hingga HUJAN BERSERI.

Layanan ini menyentuh persoalan yang selama ini kerap luput dari perhatian warga di tingkat desa.

Posyandu juga diarahkan berperan dalam ketenteraman dan ketertiban umum serta layanan sosial.

Melalui inovasi seperti KADARNA, SLIRA, dan JEPARA CARE, Posyandu menjadi ruang awal deteksi risiko bencana, perlindungan masyarakat, hingga pendampingan kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

Pendampingan Posyandu 6 SPM ini menunjukkan bahwa ketika layanan dasar dipusatkan di ruang yang dekat dengan warga, akses menjadi lebih mudah dan respons terhadap masalah sehari-hari bisa lebih cepat.

Tantangannya kini bukan hanya keberlanjutan program, tetapi sejauh mana Posyandu mampu konsisten menjadi simpul layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat paling bawah.

Editor : Ali Mustofa
#pkk #masyarakat #Laila #witiarso utomo #pokja #Layanan Dasar #spm #posyandu