JEPARA — Kondisi cuaca di Kabupaten Jepara, Jumat hari ini (16/1), mulai menunjukkan perubahan.
Matahari tampak sesekali muncul di balik awan tebal yang masih mendominasi langit wilayah Jepara dan sekitarnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca Jepara hari ini berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada siang hingga sore hari.
Meski demikian, peluang hujan lebat cenderung menurun dibandingkan hari sebelumnya.
Kondisi cuaca yang relatif lebih bersahabat ini tak lepas dari pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau penyemaian awan yang dilakukan sejak Kamis (15/1).
Operasi tersebut dipusatkan di wilayah langit Semarang dan perairan utara Jawa Tengah, dengan tujuan mengurangi potensi hujan lebat di daratan.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyampaikan, operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung hingga 19 Januari mendatang, menyesuaikan dinamika atmosfer harian.
Melalui penyemaian awan, hujan diarahkan untuk jatuh lebih awal di wilayah laut.
Sehingga dapat menekan risiko banjir dan longsor di daerah rawan, termasuk wilayah Muria Raya dan Kabupaten Jepara.
Dampak modifikasi cuaca mulai terasa di wilayah Jepara Kota, di mana intensitas hujan berkurang dan cuaca cenderung cerah berawan.
Pagi di wilayah Jepara bagian atas, khususnya Desa Tempur, Kecamatan Keling, juga terpantau cerah.
"Alhamdulillah Tempur pagi ini cerah," kata Sekdes Tempur Mahfoedz Maulana.
BMKG mengimbau masyarakat Jepara untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat, mengingat Januari–Februari masih menjadi puncak musim hujan.
Warga yang berada di daerah rawan longsor dan bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan durasi panjang.
Upaya modifikasi cuaca diharapkan mampu menurunkan risiko bencana serta mendukung percepatan pemulihan infrastruktur dan aktivitas warga di wilayah terdampak.