Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gubernur Jateng Tinjau Longsor Tempur Jepara, Akses Mulai Terbuka dan Bantuan Rp260 Juta Disalurkan

M. Khoirul Anwar • Selasa, 13 Januari 2026 | 16:16 WIB

SUPPORT: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau jalan darurat di Tempur Jepara.
SUPPORT: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau jalan darurat di Tempur Jepara.


JEPARA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin, Bupati Jepara Witiarso Utomo, serta perwakilan Forkopimda meninjau langsung lokasi bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Selasa (13/1/2026).

Peninjauan difokuskan pada titik jalan utama yang terputus akibat longsor.

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan, peninjauan ini merupakan bagian dari pengecekan menyeluruh wilayah Jawa Tengah yang terdampak bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari terakhir.

“Saya dan Pak Wagub melakukan pengecekan langsung penanganan bencana di beberapa kabupaten, mulai Kudus, Jepara, hingga Pati,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, kondisi terparah terjadi di Kabupaten Jepara, khususnya Desa Tempur yang dihuni sekitar 3.600 kepala keluarga dan sempat terisolasi akibat longsor.

Namun berkat gerak cepat Basarnas, BPBD, relawan, TNI, dan Polri, akses ke desa tersebut mulai terbuka.

“Sekarang akses sudah bisa diterobos menggunakan kendaraan roda dua,” jelasnya.

Gubernur menambahkan, alat berat dari Pusdataru dan Pemprov Jateng telah dikerahkan untuk percepatan penanganan.

Namun, curah hujan tinggi selama lima hari berturut-turut masih menjadi kendala utama di lapangan.

“Air dari gunung turun semua. Karena itu perlu rencana lebih komprehensif, terutama penanganan alur sungai. Rencananya sungai di sebelah kanan akan ditangani lebih dulu, baru kemudian pembangunan jalan,” terangnya.

Untuk kebutuhan warga terdampak, pemerintah telah menyiapkan dapur umum, serta membuka jalur jalan setapak dan akses sepeda motor.

Kebutuhan pangan warga dinilai masih relatif aman, namun perhatian khusus diberikan pada sektor pendidikan.

“Yang perlu kita backup adalah anak-anak sekolah. Dari PAUD sampai SMP masih di Tempur. Untuk SMA, dimungkinkan guru yang akan kita datangkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah menyerahkan bantuan senilai Rp260 juta dan membuka kemungkinan penambahan bantuan sesuai perkembangan di lapangan.

“Hari ini kita berikan Rp260 juta. Kalau masih kurang, nanti kita tambah lagi,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran langsung Gubernur dan Wakil Gubernur di lokasi bencana.

“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur dan Pak Wagub yang turun langsung ke Tempur. Kehadiran ini menjadi penguatan bagi kami dan masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan Pemkab Jepara akan terus berkolaborasi dengan Pemprov Jateng, TNI-Polri, relawan, dan seluruh unsur terkait untuk mempercepat penanganan bencana.

“Fokus kami tidak hanya membuka akses jalan, tetapi juga memastikan kebutuhan warga, pendidikan anak-anak, kesehatan, serta keamanan lingkungan tetap terjaga,” katanya.

Pemkab Jepara, lanjut Bupati, siap menyesuaikan langkah penanganan sesuai evaluasi lapangan dan arahan pemerintah provinsi.

Pemulihan akses dan kelangsungan aktivitas warga menjadi prioritas utama saat ini.

Dengan peninjauan langsung tersebut, pemerintah berharap penanganan longsor Desa Tempur Jepara dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan menyentuh seluruh kebutuhan masyarakat terdampak.



Editor : Ali Mustofa
#taj yasin #wagub #jateng #jepara #bantuan #bupati #banjir #Ahmad Luthfi #gubernur #witiarso utomo #bencana #longsor