Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Update Bencana Mayong Jepara: 232 Hektare Sawah Terendam, Bupati Turun Langsung Tinjau Lokasi

M. Khoirul Anwar • Senin, 12 Januari 2026 | 16:05 WIB

CEPAT: Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajarannya didampingi Camat Mayong Muh Taufiq cek tanggul di Desa Kuanyar, Mayong.
CEPAT: Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajarannya didampingi Camat Mayong Muh Taufiq cek tanggul di Desa Kuanyar, Mayong.


JEPARA – Dampak bencana alam masih dirasakan warga di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, pada Senin (12/1/2026). Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan sungai, genangan permukiman, dan longsor.

Berdasarkan update data dari Camat Mayong, Muh Taufiq, beberapa desa terdampak banjir dan longsor dengan kondisi yang beragam.

Update Kondisi Desa Terdampak di Mayong

Di Desa Pelemkerep dan Desa Mayong Kidul, air luapan Sungai Mayong sempat masuk ke permukiman warga. Hingga pukul 14.40 WIB, kondisi genangan dilaporkan mulai berangsur surut.

Sementara itu, Desa Mayong Lor masih mengalami genangan karena drainase di jalan utama tidak mampu menampung debit air yang tinggi.

Di Desa Kuanyar, genangan terjadi akibat tanggul jebol. Warga setempat melakukan kerja bakti menutup tanggul secara gotong royong dengan bantuan sak material dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Genangan sebagian juga dilaporkan terjadi di Desa Paren dan Desa Tigojuru, yang merupakan wilayah dataran rendah dan terdampak curah hujan tinggi.

Longsor Teratasi, Akses Kembali Normal

Selain banjir, bencana longsor juga terjadi di beberapa titik. Jalan Desa Bungu–Bategede sempat tertutup material longsor, namun kini telah berhasil dibersihkan dan dapat dilalui kembali. Material longsor dibersihkan warga dengan bantuan alat berat.

Di Desa Pancur, satu titik longsor juga dilaporkan dan telah teratasi melalui kerja bakti warga, sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat.

232 Hektare Sawah Terendam, 13 Hektare Puso

Dampak bencana di Mayong juga menghantam sektor pertanian. Hingga saat ini, tercatat sekitar 232 hektare tanaman padi terendam air. Dari luasan tersebut, sekitar 13 hektare dinyatakan puso.

Pemerintah kecamatan berharap kondisi cuaca segera membaik, sehingga genangan air di sejumlah desa dapat surut dan tanaman padi yang masih bertahan bisa diselamatkan.

Ke depan, pihaknya menyebut perlunya pembangunan tanggul atau parapet di sepanjang Sungai Mayong. "Untuk menahan luapan air agar tidak kembali melimpas ke kawasan permukiman," ujarnya.

Bupati Jepara Tinjau Lokasi Usai Rapat Mitigasi

Sebagai bentuk respons pemerintah daerah, Bupati Jepara Witiarso Utomo turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak bencana, termasuk di Kecamatan Mayong. Peninjauan dilakukan usai rapat mitigasi bencana bersama Forkopimda yang digelar di Ruang Kerja Bupati.

Sebelumnya, Bupati Jepara juga meninjau lokasi bencana di Desa Tempur, Kecamatan Keling, pada Minggu (11/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan serta kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditindaklanjuti.

 

Editor : Ali Mustofa
#jepara #bupati #banjir #Mayong #tanggul #witiarso utomo #sungai #camat #bencana #longsor