JEPARA – Bencana alam yang melanda Kabupaten Jepara berdampak pada sejumlah wilayah lintas kecamatan.
Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menggelar rapat mitigasi bencana pada Senin (12/1/2026) untuk mempercepat penanganan, dengan Desa Tempur, Kecamatan Keling, sebagai fokus utama. Rapat itu dipimpin Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Daftar Wilayah Terdampak Bencana di Jepara
Berdasarkan hasil rapat serta pantauan kondisi lapangan, wilayah yang terdampak bencana meliputi Kecamatan Keling (dampak terparah, Desa Tempur), Kecamatan Donorojo, Kecamatan Kalinyamatan, Kecamatan Nalumsari, Kecamatan Mayong, Kecamatan Bangsri, Kecamatan Tahunan, Kecamatan Kembang, Kecamatan Kedung, dan Kecamatan Welahan.
Dari seluruh wilayah tersebut, Desa Tempur, Kecamatan Keling, menjadi prioritas utama karena kerusakan infrastruktur dan terputusnya akses jalan.
Fokus Tempur: Jalan Ditargetkan Tembus 3 Hari
Pemkab Jepara menargetkan pembersihan badan jalan yang tertutup material longsor rampung dalam waktu tiga hari.
Untuk mendukung upaya tersebut, tiga unit ekskavator disiapkan guna membersihkan pohon tumbang dan material yang menghambat aliran sungai.
Namun, derasnya arus Sungai Gelis di Tempur membuat alat berat belum dapat diturunkan secara maksimal.
Sebagai langkah teknis, disiapkan pengalihan aliran sungai serta pembuatan badan jalan baru pada ruas yang hilang sepanjang sekitar 4,5 meter, mengingat pelebaran jalan belum memungkinkan karena risiko longsor susulan.
Jembatan Putus dan Infrastruktur Rusak
Kerusakan parah juga terjadi pada infrastruktur jembatan. Jembatan penghubung Ngethuk–Karangnongko dilaporkan hilang dengan panjang sekitar 30 meter. Selain itu, jembatan sebelum lokasi yang dikenal warga sebagai “Ndank Ngopi” juga putus total.
Pengukuran teknis belum dilakukan karena tim masih menunggu hasil penilaian keamanan lokasi, guna mencegah risiko runtuhan lanjutan.
Sawah Tergenang Ratusan Hektar
Bencana ini turut berdampak pada sektor pertanian. Genangan sawah di wilayah Batukali mencapai sekitar 100 hektare, sementara di sepanjang tanggul Kali Sengon sawah terdampak mencapai sekitar 50 hektare. Kondisi ini berpotensi memengaruhi produksi pertanian warga.
Logistik Aman 10 Hari, BTT Siap Digunakan
Pemkab Jepara memastikan stok kebutuhan pangan bagi warga terdampak aman hingga 10 hari ke depan. DPRD Jepara menekankan pentingnya penanganan bencana secara berjenjang, mulai dari tanggap darurat, jangka pendek, hingga jangka panjang.
Untuk mendukung percepatan penanganan, Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) disiapkan dan akan difokuskan pada kebutuhan paling prioritas.
Seluruh pihak juga sepakat pentingnya satu komando penanganan, agar respons bencana berjalan terpadu dan efektif.