JEPARA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), terkait dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa SDN 2 Jatibarat, Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan, pada Kamis (8/1).
Dalam kejadian tersebut, total 11 siswa mengalami gejala gangguan kesehatan.
Diduga usai mengonsumsi jajanan yang sama.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, menjelaskan bahwa pihaknya menempuh penyelidikan epidemiologi.
Yang menjadi kegiatan kegiatan sistematis untuk mengidentifikasi penyebab, sumber, serta faktor yang memengaruhi dugaan keracunan tersebut.
Langkah ini dilakukan guna mencegah dan mengendalikan potensi penyebaran kasus serupa.
“Sudah kami bawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda),” sebutnya Kamis (8/1).
Sementara itu Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hesti Prihandari menambahkan bahwa para siswa mulai mengalami gejala mual dan muntah, disertai pusing serta lemas.
Semua siswa yang bergejala kemudian dibawa ke Puskesmas Pecangaan untuk mendapatkan penanganan medis.
“Dari 11 siswa, sebanyak 10 anak sudah diperbolehkan pulang sekitar pukul 10.40 WIB karena kondisinya membaik setelah minum obat per-oral (diminum, red). Satu anak masih dirawat di Puskesmas dan dinfus,” jelas Hesti.
Ia menegaskan, setelah menerima laporan dari pihak Puskesmas, petugas langsung mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.
Sampel tersebut kemudian dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jepara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, jajanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari pedagang yang beberapa kali mangkal di lingkungan sekolah.
Dugaan sementara mengarah pada jajanan mi, karena seluruh siswa yang sakit memiliki benang merah mengonsumsi makanan yang sama.
“Kami khawatir pedagang tersebut berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain. Oleh karena itu, kami lakukan antisipasi dan memberikan peringatan kepada seluruh Puskesmas agar waspada apabila ditemukan kasus keracunan serupa,” imbuh Hesti.
Pihak Dinkes juga telah berkoordinasi dengan guru di SDN 2 Jatibarat agar segera melaporkan ke Puskesmas.
Apabila masih ada siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah kejadian tersebut.
Dokter IGD Puskesmas Pecangaan, dr Eva Nuruliyana, mengatakan bahwa saat tiba di Puskesmas, dua siswa dalam kondisi lemas, sementara siswa lainnya mengalami keluhan serupa.
Kemudian diberikan obat dan dilakukan observasi saat di IGD, sebelum dipulangkan.
“Saat ini satu anak laki-laki kelas III masih dirawat karena mengalami muntah-muntah dan diare,” terangnya.
Hingga kini, Dinkes Jepara masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Sekaligus menentukan langkah lanjutan guna mencegah terulangnya kasus keracunan jajanan di lingkungan sekolah.(fik)
Editor : Mahendra Aditya