JEPARA – Ratusan pegawai Kemenag se-Jepara tumplek blek di Lapangan MAN Negeri 2 Jepara. Mereka melakukan upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, pada Sabtu (3/1).
Acara yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag se-Kabupaten Jepara ini mengusung tema, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.
Upacara berlangsung meriah. Diawali dengan pertunjukan kolosal yang memukau.
Baca Juga: Didominasi Bangunan Tua Era 1970-an, Jepara Usulkan Revitalisasi Ratusan Sekolah ke Pusat
Menghadirkan tiga tokoh wanita berpengaruh dari Jepara yaitu Ratu Kalinyamat, Ratu Shima, dan R.A. Kartini.
Pertunjukan ini secara simbolis membawakan pesan perdamaian dan warisan sejarah. Bahwa kerukunan antarumat beragama adalah fondasi yang kokoh untuk kemajuan bangsa.
Dalam agenda tersebut juga dilakukan penyerahan piagam Satya Lencana Karya Satya. Khususnya pada tujuh ASN Kemenag Jepara yang berprestasi, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar. Ia membacakan amanat Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.
Amanat tersebut menekankan bahwa kerukunan bukan sekadar situasi tanpa konflik, melainkan suatu energi aktif kebangsaan.
"Delapan puluh tahun perjalanan Kementerian Agama menegaskan perannya sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan,” ucapnya menyampaikan.
Menteri Agama juga mengingatkan akan tantangan besar di era digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus memiliki kedaulatan atas AI,” tegasnya sembari mendorong ASN Kemenag untuk melek teknologi.
Dalam konteks lokal, Gus Hajar sapaan akrabnya, menyampaikan apresiasi dan komitmen Pemkab Jepara terhadap pendidikan keagamaan.
Sejalan dengan visi, “Jepara Maju, Unggul, Lestari, dan Religius (Mulus)".
Pihaknya juga mengungkapkan keberhasilan program Kartu Guru Sejahtera (KGS).
“Pada 2025, program ini telah menyentuh 6.243 guru dengan anggaran Rp 11,237 miliar. Di 2026, kami targetkan menjangkau 8.990 guru dengan anggaran Rp 16,182 miliar,” terangnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya