JEPARA — Tahun baru, gedung baru. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu’ti, meresmikan revitalisasi gedung satuan pendidikan di Kabupaten Jepara.
Pada Sabtu (3/1), Abdul Mu’ti secara langsung meresmikan hasil revitalisasi di SMP Negeri 1 Tahunan, SD Negeri 1 Tahunan, serta KB Barokatul Khoir Tahunan.
Sekolah tersebut menjadi bagian dari setidaknya 103 sekolah, dari jenjang PAUD, TK, SKB, SD hingga SMP yang mendapatkan bantuan revitalisasi pemerintah pusat. Total anggaran Rp 67,9 miliar.
Peresmian ini menjadi bagian dari kunjungan kerja Mendikdasmen. Dalam rangka memastikan pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan berjalan sesuai dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bagian dari prioritas pemerintah pusat dan menjadi program unggulan Presiden RI.
Program tersebut wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang berkualitas melalui sektor pendidikan.
Khususnya dengan memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang layak, aman, dan mendukung proses belajar mengajar di seluruh jenjang pendidikan.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat pada tahun 2025 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 16,9 triliun. Menyasar revitalisasi 16.175 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Menurutnya, pekerjaan revitalisasi telah mencapai 95 persen. Masih terdapat satuan pendidikan yang belum rampung sepenuhnya, disebabkan oleh faktor force majeur. Seperti kondisi cuaca, jarak lokasi yang sulit dijangkau, maupun kendala geografis lainnya.
Kendati demikian, Abdul Mu’ti memastikan seluruh pekerjaan sepenuhnya rampung pada Januari ini
Lebih lanjut disebutkan, langkah ini bagian dari upaya berkelanjutan. Dalam memperbaiki mutu pendidikan melalui penguatan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Abdul Mu’ti mengibaratkan pembangunan fisik sekolah seperti membangun tubuh manusia.
Namun, ia menyebut bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, melainkan juga membangun “jiwa” pendidikan.
Dengan menciptakan layanan pendidikan yang bermutu dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Tujuan revitalisasi untuk mengurangi jumlah sekolah rusak. Mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti atap sekolah roboh dan sejenisnya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Jepara menerima dukungan revitalisasi untuk 103 satuan pendidikan. Baik sekolah negeri maupun swasta.
Dukungan tersebut mencakup jenjang PAUD, TK, SKB, SD, hingga SMP, dengan total anggaran mencapai Rp 67,9 miliar.
Khusus untuk jenjang SMP, alokasi anggaran mencapai sekitar Rp 27,8 miliar. Termasuk di antaranya SMP Negeri 1 Tahunan yang diresmikan oleh Mendikdasmen.
Menurutnya hal tersebut menjadi wujud konkret investasi negara pada kualitas manusia Indonesia, yang dimulai dari sekolah.
"Kami juga berharap, pada tahun 2026 ini, Kabupaten Jepara dapat kembali memperoleh alokasi revitalisasi yang lebih luas. Mengingat masih banyak sekolah yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana demi pemerataan mutu pendidikan," jelasnya.
Menurutnya, revitalisasi menjadi bagian pemenuhan kelayakan sarpras. Untuk menjadikan sekolah ini sebagai ruang tumbuh karakter, nalar, dan cita-cita.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Tahunan, Adi Sasono, menjelaskan bahwa sekolahnya mendapatkan bantuan rehabilitasi empat ruang kelas.
Melalui pengelolaan dan pemanfaatan yang optimal, rehabilitasi tersebut dapat dikembangkan menjadi lima ruang kelas.
Selain itu, terdapat sisa bahan material yang kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan masjid sekolah, khususnya pada bagian teras masjid.
Adi Sasono juga mengungkapkan kondisi sarana prasarana di SMP Negeri 1 Tahunan saat ini.
Dari total 29 kelas yang ada, sekolah tersebut baru memiliki satu laboratorium IPA, sehingga cukup sulit melayani kebutuhan pembelajaran praktik secara optimal.
Selain itu, sekolah juga belum memiliki ruang multimedia, yang menjadi tantangan tersendiri dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Oleh karena itu, pihak sekolah berharap dukungan sarana prasarana pendidikan dapat terus berlanjut demi peningkatan mutu pembelajaran.(fik)
Editor : Mahendra Aditya