Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Libur Sekolah Bagaimana Pelaksanaan Program MBG, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Fikri Thoharudin • Minggu, 21 Desember 2025 | 23:37 WIB
MONITORING: Guru SD Al Islam Pengkol tengah mengawasi siswa-siswi memakan menu MBG belum lama ini.
MONITORING: Guru SD Al Islam Pengkol tengah mengawasi siswa-siswi memakan menu MBG belum lama ini.

JEPARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jepara tetap berjalan meski sebagian sekolah memasuki masa libur. 

Pelaksanaan program tersebut dilakukan dengan sejumlah penyesuaian mekanisme, terutama terkait distribusi dan jenis paket makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepara, Musthofa Wildan, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG selama masa libur sekolah sepenuhnya menyesuaikan dengan keinginan dan kesiapan masing-masing sekolah. 

Pihak SPPG, menurutnya, hanya menawarkan skema pelaksanaan kepada sekolah, sementara keputusan akhir tetap berada di pihak sekolah dan penerima manfaat.

“Dari kami tetap jalan. Tapi ada penyesuaian mekanisme. Biasanya setiap hari, sekarang kami tawarkan mana sekolah yang mau menerima dengan catatan penerima manfaat datang ke sekolah,” ujarnya Jumat (19/12).

Dalam pelaksanaannya, MBG selama masa libur setidaknya selama dua pekan menggunakan dua jenis paket, yakni menu basah dan menu kering. 

Paket menu basah terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur, dan buah. Sementara paket menu kering umumnya berupa roti dan susu yang dapat dikonsumsi dalam rentang waktu satu hingga dua hari.

Wildan menjelaskan, skema pembagian dilakukan secara terjadwal. Pada hari Senin, siswa diminta datang ke sekolah untuk menerima tiga paket sekaligus. Satu paket menu basah dikonsumsi langsung di sekolah, sementara dua paket menu kering diperuntukkan bagi konsumsi Selasa dan Rabu.

“Kamis kembali diberikan menu basah dan anak-anak datang ke sekolah lagi. Sedangkan menu kering diberikan untuk Jumat dan Sabtu. Mekanismenya seperti itu,” jelasnya.

Skema tersebut, lanjut Musthofa, hanya diterapkan di sekolah-sekolah yang bersedia dan menyatakan siap menjalankan MBG selama masa libur. 

Pihak SPPG menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada sekolah dan penerima manfaat, sesuai dengan petunjuk pimpinan.

“Evaluasi dan pelaporan menu terus kami lakukan. Apakah menu sudah layak dan sesuai bagi penerima manfaat,” katanya.

Sesuai kebijakan dari BGN, selama masa libur sekolah porsi menu kering memang diperbanyak. 

Dalam satu pekan, komposisi yang diterapkan adalah dua menu basah dan empat menu kering. Kendati demikian, Wildan menegaskan bahwa kandungan gizi tetap menjadi prioritas.

“Biasanya kami berikan menu basah, tapi di masa libur ini lebih banyak menu kering. Namun kami pastikan semuanya sesuai dengan kebutuhan gizi masyarakat, tidak awur-awuran,” tegasnya.

Lebih lanjut diterangkan bahwa SPPG Jepara dijalankan dengan tiga mekanisme pembangunan dapur SPPG. 

Pertama, pembangunan berbasis aglomerasi dengan menggandeng mitra. Kedua, pembangunan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dengan sistem pinjam pakai lahan milik pemda.

Untuk mekanisme kedua, terdapat lima titik pembangunan SPPG di lahan pemda, yakni di Kecamatan Pecangaan (Desa Pulodarat), Kecamatan Tahunan (Desa Semat), Kecamatan Pakis Aji (Desa Suwawal Timur), Kecamatan Donorojo (Desa Tulakan), serta Kecamatan Karimunjawa (Desa Karimunjawa). 

"Seluruh pembangunan tersebut didanai oleh BGN dan saat ini progresnya rata-rata telah mencapai 50 persen. Targetnya awal Januari 2026 pembangunan sudah selesai,” jelasnya.

Sementara itu, mekanisme ketiga ialah pembangunan SPPG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), yakni di Desa Parang, Kemujan, dan Nyamuk Kecamatan Karimunjawa. Untuk wilayah ini, progres pembangunan telah mencapai 100 persen.

“Appraisal sudah dilakukan pekan lalu, pada Rabu sampai Jumat, didampingi tim Kementerian Keuangan. Pembayaran akan dilakukan berdasarkan hasil appraisal, kemungkinan awal tahun 2026 sudah bisa berjalan penuh,” pungkasnya.

Dengan berbagai penyesuaian tersebut, SPPG Jepara berharap program MBG tetap dapat dirasakan manfaatnya oleh para siswa meski di tengah masa libur sekolah dan dinamika administrasi di tingkat pusat.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#SPPG #jepara #Mbg #Libur sekolah