Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kirim Sampel Kuku ke Polda Jateng, Polisi Dalami Kematian Rendy dengan Scientific Crime Investigation

Fikri Thoharudin • Selasa, 16 Desember 2025 | 00:38 WIB
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela

JEPARA – Misteri kematian Rendy, seorang pemuda asal Kabupaten Jepara, hingga kini masih terus didalami pihak kepolisian. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kematian pemuda asal Dukuh Sekuping, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang yang menggegerkan warga pada Minggu (30/11) pagi tersebut hingga kini masih menyimpan teka-teki. 

Korban yang diketahui bernama lengkap Axsyal Rendy Saputra, 24, seorang pendistribusi air galon isi ulang di wilayah setempat, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di area kebun rumput gajah.

Saat ditemukan di area kebun yang berjarak sekitar 60 meter dari rumahnya tersebut, kondisi korban mengenaskan. Korban berpakaian hitam dengan celan pendek, korban tewas dalam kondisi terlentang dan leher yang tergorok.

Sebelumnya, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan orang-orang terdekat korban untuk mengumpulkan keterangan awal. 

Dari hasil pendalaman tersebut, penyidik menilai perlu adanya langkah lanjutan melalui pendekatan forensik guna memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa kematian Rendy.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela menyampaikan, salah satu upaya yang kini ditempuh adalah pengiriman sampel kuku ke Polda Jawa Tengah. 

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari metode Scientific Crime Investigation (SCI) untuk menguatkan alat bukti secara ilmiah.

“Ya (sampel kuku, red) milik keluarga terdekat,” ujar AKP Wildan saat dikonfirmasi Senin (15/12).

Selain melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang, lanjut AKP Wildan, bukan tanpa alasan penyidik mengirimkan sampel kuku dari orang-orang yang memiliki kedekatan dengan Rendy. 

Tujuannya untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya jejak atau bukti biologis yang berkaitan dengan penyebab kematian korban.

Dalam dunia forensik, kuku memiliki peran penting dalam pengungkapan kasus dugaan pembunuhan. 

Dalam kasus serupa, pada bagian hiponikium atau area di bawah kuku, acapkali ditemukan DNA asing akibat adanya perlawanan atau kontak fisik antara korban dan pelaku. 

Jejak tersebut kemudian yang akan dianalisis di laboratorium forensik untuk melihat keterkaitan maupun faktor kematian atas Rendy. 

DNA yang ditemukan di bawah kuku korban tak jarang merupakan DNA milik pelaku, terutama jika korban sempat melawan atau mencakar. 

Sebaliknya, DNA korban juga dapat ditemukan di bawah kuku pelaku apabila terjadi perkelahian atau kontak fisik langsung sebelum korban meninggal dunia.

Pemeriksaan ini merupakan bagian dari Scientific Crime Investigation.

Melalui analisis tersebut, penyidik berharap dapat melakukan identifikasi korban maupun tersangka dengan membandingkan profil DNA dengan sampel pembanding yang tersedia.

Selain DNA, kuku juga berpotensi menyimpan informasi golongan darah yang dapat menjadi bukti pendukung, terutama dalam kasus-kasus dengan minim saksi atau bukti langsung.

Polres Jepara memastikan penyelidikan kasus kematian Rendy masih terus berjalan, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Polda Jawa Tengah guna memperjelas rangkaian peristiwa yang menewaskan korban.

Kendati demikian, AKP Wildan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan perkembangan signifikan dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. 

“Belum ada bukti baru,” pungkas AKP Wildan meringkaskan perkembangan kasus.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#pembunuhan #Dugaan #Rendy #sekuping #tubanan #bunuh diri