Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Ingin Wisata Terpusat di Karimunjawa, Jepara Dorong Kapal Express Bahari dan ASDP Masuk Pelabuhan Legon Bajak

Fikri Thoharudin • Minggu, 14 Desember 2025 | 15:32 WIB
SANDAR: Kapal Express Bahari 8F tengah bersandar di Pelabuhan Karimunjawa belum lama ini.
SANDAR: Kapal Express Bahari 8F tengah bersandar di Pelabuhan Karimunjawa belum lama ini.

JEPARA - Harapan masyarakat, khususnya warga Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, agar kapal penumpang kembali sandar di Pelabuhan Legon Bajak perlahan mulai menemukan arah jalan. 

Keinginan lama agar akses transportasi laut tidak hanya terpusat di Pelabuhan Karimunjawa kini kembali diperjuangkan demi pemerataan manfaat ekonomi masyarakat maupun wisata.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Deni Hendarko, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah awal, termasuk mengajukan permohonan izin dan telah mendapat lampu hijau dari Bupati Jepara Witiarso Utomo.

Menurutnya, Dishub pada prinsipnya siap memfasilitasi agar kapal kembali melayani sandar di Legon Bajak.

Rencana tersebut memungkinkan kapal berangkat langsung dari Jepara, kemudian singgah di Karimunjawa, sebelum melanjutkan perjalanan dan sandar di Pelabuhan Legon Bajak. 

Tak hanya itu, pihaknya pun mencoba menawarkan peluang ini kepada sejumlah perusahaan penyedia layanan kapal penyeberangan yang selama ini melayani jalur Jepara–Karimunjawa maupun sebaliknya. 

Baik ASDP dengan kapal penumpang dan barang "roll-on/roll-off" (Ro-Ro) atau pihak Express Bahari dengan kapal cepat khusus penumpang.

“Kami tawarkan semuanya, monggo. Baik Express Bahari maupun ASDP, kami buka peluangnya untuk masyarakat Karimunjawa dan wisatawan,” ujar Deni.

Ia menjelaskan, sekalipun telah mendapatkan lampu hijau dari Bupati, realisasi rencana tersebut masih bergantung pada beberapa hal teknis, mulai dari kesiapan armada kapal hingga proses perizinan di tingkat Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) setempat. 

Selain itu, Dishub juga masih menunggu kepastian keluarnya program angkutan perintis (darat) yang melayani Karimunjawa-Kemujan.

“Di samping itu, kami juga sedang menunggu kepastian angkutan perintis bantuan dari Kemenhub. Ada setidaknya empat unit,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, pihak Kementerian pun telah melakukan survei lapangan sebagai bagian dari persiapan. Armada perintis tersebut menjadi bagian dari dukungan yang diberikan, agar tidak hanya sebatas penyediaan transportasi, tetapi juga menyangkut sarana pendukung di kawasan pelabuhan.

“Kami support semuanya, termasuk penerangan. Kebutuhan sudah kami inventarisasi,” jelas Deni.

Ia juga menambahkan, terdapat rencana dari operator kapal untuk melakukan peningkatan armada. Kapal Express Bahari yang saat ini berukuran kecil diinformasikan akan ditarik dan digantikan dengan kapal berukuran lebih besar.

Langkah ini diproyeksikan mampu menampung peningkatan jumlah penumpang seiring bertambahnya kunjungan wisata. "Soal ini kami juga masih menunggu, jadinya akan seperti apa," katanya.

Sementara itu, salah satu penggiat wisata Desa Kemujan, Rifki, menuturkan bahwa Pelabuhan Legon Bajak sejatinya bukan pelabuhan baru bagi layanan penumpang. Sekitar 2019 lalu, kapal sempat sandar di lokasi tersebut, meski hanya berlangsung sekitar satu bulan.

“Dulu memang sempat sandar, tapi waktu itu penumpangnya sepi,” ungkap Rifki.

Ia menjelaskan, pada saat itu jadwal sandar berada pada hari Senin hingga Rabu, yang justru merupakan waktu sepi kunjungan wisata. Sementara puncak liburan biasanya terjadi pada Kamis atau Jumat hingga Minggu.

“Kalau jadwalnya pas hari wisata, tentu ceritanya bisa beda,” sambungnya pada Minggu (14/12).

Rifki menyebut rute yang paling diharapkan masyarakat dan pelaku wisata adalah Pelabuhan Kartini Jepara – Karimunjawa – Legon Bajak. Jika rute tersebut terealisasi, ia optimis dampaknya akan sangat positif, khususnya bagi warga Kemujan.

“Kalau ada penumpang dari Kemujan, itu sangat baik sekali. Dampaknya bagus. Misalnya Express Bahari ke Legon Bajak, UMKM bisa hidup,” ujarnya.

Selama ini, masyarakat Kemujan harus menempuh perjalanan darat sekitar setengah jam dari Pelabuhan Karimunjawa untuk sampai ke wilayah mereka. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab belum meratanya pergerakan wisata dan ekonomi.

“Masyarakat ingin kue wisata juga dirasakan warga setempat. Homestay diharapkan bisa ramai, UMKM bergerak, dan perekonomian rakyat hidup,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan pada masa itu, dampak aktifnya Pelabuhan Legon Bajak cukup bagus. Di antaranya, Alun-alun Kemujan hidup dengan aktivitas masyarakat yang berjualan.

“Dulu Alun-alun Kemujan ramai. Sekarang sepi. Kalau kapal sandar lagi di sini, masyarakat juga tidak harus turun ke Karimunjawa kalau sedang pulang naik kapal,” tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#wisata #asdp #kapal #karimunjawa #kemujan #Express Bahari