JEPARA – Data terbaru menunjukkan fakta mencengangkan, Kabupaten Jepara masih memiliki 8.769,25 hektare lahan kritis, terdiri dari 6.686,90 hektare kritis dan 2.082,35 hektare sangat kritis.
Angka ini menjadi alarm penting bagi keberlanjutan lingkungan di Bumi Kartini.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Jepara Witiarso Utomo langsung mengambil langkah cepat dengan mencanangkan Program Jepara Menanam, sebuah gerakan tanam massal yang diluncurkan di Lapangan Oro-Oro Ombo, Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Jumat (12/12).
Program ini menjadi titik awal “operasi penyelamatan” yang dirancang untuk mengembalikan keseimbangan alam Jepara.
“Jepara harus hijau rimbun dan penuh berkah. Penanaman pohon adalah PR besar kita semua,” ujar Bupati.
Target Besar: 3,2 Juta Pohon untuk Menutup Lahan Kritis
Dalam empat tahun ke depan, Pemkab Jepara menargetkan 3,2 juta pohon tertanam, atau 800 ribu bibit setiap tahun.
Bibit yang dipilih tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga untuk memberi nilai ekonomi bagi masyarakat: buah, tanaman keras cepat tumbuh, hingga tanaman pesisir untuk konservasi.
Momentum masuknya musim hujan menjadi waktu terbaik untuk mempercepat penanaman.
Curah hujan tinggi membantu meningkatkan keberhasilan tumbuh bibit di lapangan.
Dukungan APBD 2027 dan Kolaborasi Seluruh Elemen
Agar gerakan ini tidak berhenti pada seremoni, Pemkab Jepara menjamin dukungan penuh melalui alokasi APBD 2027, mencakup pengadaan bibit dan biaya perawatan.
Gerakan ini juga mengandalkan kolaborasi luas bersama: Perhutani, dunia usaha, pemerintah desa, komunitas lingkungan dan pemuda, akademisi, serta TNI/Polri.
Kolaborasi inilah yang diyakini dapat mempercepat pemulihan lahan kritis dan memperluas kesadaran menanam di semua lapisan masyarakat.
40.000 Bibit Siap Tanam, Ribuan Lainnya Segera Menyusul
Pada hari pencanangan, sedikitnya 40.000 bibit disiapkan dari berbagai sumber:
Kebun Bibit DLH Jepara (30.000 batang)
Sengon, cemara laut, ketapang, pucuk merah, alpukat, durian, matoa, sukun, hingga tanaman pesisir seperti Rhizophora.
PP BPDAS Pemali Jratun (10.000 batang)
Trembesi, mangga, alpukat, durian, jambu biji, sirsak, tabebuya, petai, dan lainnya.
Sementara itu, dari total usulan kecamatan sebesar 163.768 batang, pada tahap pertama telah dibagikan 18.572 batang untuk enam kecamatan: Kembang (10.118), Keling (2.168), Bangsri (2.664), Pakis Aji (1.350), Batealit (2.022), Mayong (250).
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai unsur, dan tanam serentak juga dilakukan di enam kecamatan.
Sepanjang 2025, DLH Telah Menyalurkan 23.361 Bibit Gratis
Gerakan menanam sebenarnya sudah berlangsung sejak awal tahun.
Hingga awal Desember 2025, DLH Jepara telah menyalurkan 23.361 bibit gratis kepada masyarakat, kelompok/organisasi, program desa, hingga kegiatan sosial.
Upaya ini memperluas ruang hijau baru yang tumbuh di banyak desa.
Kepala DLH Jepara, Rini Patmini menambahkan, Jepara Menanam adalah gerakan bersama untuk menghadapi perubahan iklim.
"Ini bukan acara seremonial, tetapi komitmen jangka panjang agar lingkungan, ekonomi, dan sosial kita tetap berkelanjutan. Kami berharap bibit yang ditanam tidak hanya jadi hiasan seremonial, tetapi benar-benar dirawat hingga tumbuh kuat,” ujarnya.
7 Sekolah Jepara Raih Adiwiyata Provinsi Jateng
Di kesempatan yang sama, Bupati Jepara menyerahkan penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025 kepada 7 sekolah yang dinilai konsisten menjaga lingkungan.
Bupati juga diminta menjadikan 12 Desember sebagai momentum tahunan Jepara Menanam.
Jepara Memulai Langkah Besar
Dengan jutaan pohon yang akan ditanam hingga tahun 2027, Jepara memulai langkah besar menuju kabupaten yang lebih hijau, sehat, dan tangguh menghadapi perubahan iklim.
Operasi tanam besar-besaran telah dimulai dan Jepara menegaskan diri sebagai salah satu daerah paling serius menyelamatkan lingkungan.
Editor : Ali Mustofa