Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

FTBM Jepara Gelar Wicara Idaroh Literasi, Integrasikan dengan Kearifan Lokal

Fikri Thoharudin • Jumat, 12 Desember 2025 | 15:55 WIB
ANTUSIAS: Para peserta mengikuti kegiatan Gelar Wicara Idaroh Literasi secata khidmat.
ANTUSIAS: Para peserta mengikuti kegiatan Gelar Wicara Idaroh Literasi secata khidmat.

JEPARA – Upaya memperkuat identitas daerah dan melestarikan sejarah lokal kembali digaungkan melalui Gelar Wicara Idaroh Literasi yang digagas Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Jepara. 

Kegiatan tersebut dihelat bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara. 

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Semarak Museum RA Kartini (Semuria) 2025 serta pameran Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Kamis (11/12) di Gedung Museum RA Kartini Jepara (Pendopo Kabupaten). 

Ruang museum yang identik dengan ingatan sejarah itu berubah menjadi arena dialog lintas perspektif, mempertemukan pegiat literasi, pemerhati sejarah, komunitas budaya, hingga akademisi.

Dengan mengangkat tema “Merajut Ingatan Kolektif Masyarakat bersama Museum Kartini Jepara”, gelar wicara ini berupaya menyatukan peran museum, komunitas, dan TBM sebagai penjaga memori masyarakat.

Ketua PD Forum TBM Jepara, Muhammad Ali Burhan menyampaikan bahwa pelestarian sejarah tidak dapat dilakukan secara terpisah. 

Menurutnya, museum seyogianya tidak hanya menjadi pusat artefak dan dokumentasi.

Sementara TBM dan komunitas sejarah mestinya berperan merawat narasi di tingkat akar rumput, terutama melalui sastra lisan.

“Museum memiliki peran vital sebagai ruang edukasi. Di akar rumput, TBM aktif menjaga cerita warga dan tradisi lisan. Melalui Idaroh Literasi ini, kami ingin menyatukan langkah agar narasi sejarah Jepara semakin kuat, baik di tingkat nasional maupun global,” ungkap Ali Burhan.

Konsep mengintegrasikan literasi dengan kearifan lokal, lanjutnya, menjadi misi penting Forum TBM Jepara. 

TBM tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang budaya yang menggali, mendokumentasikan, dan memperkuat identitas Jepara melalui cerita rakyat, sejarah lokal, hingga tradisi lisan yang dituliskan kembali oleh para pegiat.

Dipandu moderator Avis Nur Mufida, kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dari berbagai latar belakang. Masing-masing menyampaikan perspektif berbeda mengenai pelestarian ingatan kolektif Jepara.

Pamong Budaya Disparbud Jepara Lia Supardianik menyampaikan bagaimana museum kini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi ruang pembelajaran yang harus adaptif di era digital.

Sementara Ali Romdhoni memaparkan mengenai Jepara di Mata Nusantara dan Global. 

Ia menekankan pentingnya diplomasi budaya melalui komunitas untuk membawa kisah-kisah lokal Jepara ke ranah global.

Kemudian Pemerhati Sejarah Jepara, M. Dalhar, turut berbagi praktik penelitian sejarah kampung, pelestarian arsip keluarga, hingga penelusuran tokoh lokal seperti Ratu Kalinyamat dan RA Kartini.

Lalu Ali Burhan juga menyoroti bagaimana TBM menjadi ruang hidup bagi dongeng, cerita rakyat, dan memori masyarakat yang terus diwariskan.

Acara ini diikuti para pengelola TBM se-Jepara, pegiat literasi, komunitas sejarah dan budaya, guru, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat pemerhati kebudayaan. 

Diskusi berlangsung hangat dengan banyak peserta berbagi pengalaman mengenai upaya merawat sejarah lokal di lingkungan masing-masing.

Melalui Semuria dan kegiatan Gelar Wicara Idaroh Literasi, diharapkan dapat terbangun sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, komunitas, dan lembaga pendidikan. 

Hasil diskusi akan dihimpun menjadi rekomendasi pemeliharaan memori kolektif Jepara serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pemajuan kebudayaan.

Forum TBM Kabupaten Jepara menjadi organisasi nirlaba yang menaungi pegiat literasi dan pengelola taman bacaan di seluruh Jepara. 

Di samping meningkatkan minat baca, forum ini aktif menggerakkan literasi budaya melalui pendokumentasian cerita lokal, mendongeng, dan berbagai program kreatif lainnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#tbm #jepara #literasi