Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Atap Puskemas Keling I Jepara Tersambar Petir, Waspadai Susulan Cuaca Ekstrem

Fikri Thoharudin • Selasa, 9 Desember 2025 | 22:44 WIB
GERAK CEPAT: Tukang langsung memperbaiki atap Puskemas Keling I yang rusak akibat disambar petir pada Selasa (9/12).
GERAK CEPAT: Tukang langsung memperbaiki atap Puskemas Keling I yang rusak akibat disambar petir pada Selasa (9/12).

JEPARA - Hujan deras disertai petir yang mengguyur wilayah Kecamatan Keling pada Selasa (9/12) siang menyebabkan sebagian atap lantai dua Puskesmas Keling I runtuh. 

Peristiwa sambaran petir itu membuat para staf terkejut, lantaran terjadi di saat jam kerja.

Para pegawai pun langsung berupaya menyelamatkan berbagai peralatan termasuk piranti elektronik agar tidak terkena air hujan.

Kepala Puskesmas Keling I, dr Murtono, menyampaikan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 12.50. Saat hujan lebat turun, petir terdengar menggelegar. 

Selang beberapa detik, suara keras terdengar dari bagian atap di lantai dua, diikuti runtuhnya genteng dan plafon selama kurang lebih satu menit.

Air hujan kemudian masuk melalui lubang atap yang ambrol.

Setelah dilakukan evakuasi, ditemukan benda berupa krepus menyerupai penangkal petir yang jatuh dari atap.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Meski begitu, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Dua ruangan mengalami kebocoran pada bagian atap, yakni ruang klaster pemberdayaan masyarakat dan area depan aula pertemuan. 

"Sepuluh set komputer juga rusak, total kerugian masih dihitung lebih lanjut," ungkapnya pada Selasa (9/12).

Para staf pun mematikan aliran listrik untuk mengantisipasi konsleting karena hujan tak kunjung terang.

“Tadi waktu kejadian tidak padam, tapi dimatikan buat antisipasi konsleting listrik karena masih hujan,” ucapnya. 

Tak ingin kerusakan bertambah parah, pihak puskesmas langsung melakukan langkah perbaikan awal pada bagian atap. "Ini langsung dilakukan perbaikan atap Puskemas," tegasnya.

Kejadian serupa juga dialami warga di Desa Tunahan, di mana satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap yang rusak akibat angin kencang. 

Hujan ekstrem juga menyebabkan satu pal listrik ambruk di Desa Kaligarang. Tiang tersebut menutup akses karena kabel menjuntai di sepanjang jalan. 

Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya beserta perangkat pun meninjau langsung ke lokasi kejadian.

Menurutnya kondisi geografis Keling membuat wilayahnya memiliki potensi kebencanaan yang cukup tinggi.

Menurutnya, desa-desa di daerah hulu seperti Tempur, Damarwulan, dan Kunir sering mengalami longsor saat musim hujan. 

Sebaliknya, wilayah hilir seperti Bumiharjo kerap terdampak banjir karena menjadi muara aliran air. “Kalau musim kemarau kering, kalau musim hujan, angin puting beliung tidak bisa diprediksi,” sambungnya.

Lulut mengatakan pihak kecamatan telah menginstruksikan para petinggi desa untuk memperkuat mitigasi bencana di wilayah masing-masing. Saat ini kecamatan tengah menyiapkan apel siaga yang dipusatkan di Desa Tempur, sekaligus menghadirkan BPBD dan diharapkan juga dihadiri bupati. 

Menurutnya, mitigasi seringkali diabaikan, sehingga perlu agenda bersama untuk kembali me-refresh kesiapsiagaan warga.

"Relawan juga telah dihimpun dalam beberapa grup koordinasi. Penting adanya pembuatan SOP pelaporan serta asesmen awal saat bencana terjadi," tandasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#sambaran petir #jepara #puskesmas #cuaca #Ekstrem