Jepara — Perbaikan Jembatan Banyuputih–Pendosawalan membawa angin segar bagi ribuan pekerja dan pelaku UMKM di dua desa padat aktivitas ekonomi tersebut.
Setelah lama mengandalkan jembatan besi yang banyak berlubang, kini struktur utama jembatan baru sudah selesai dicor dan tinggal menunggu finishing serta penyempurnaan akses jalan.
Jembatan ini menjadi penghubung vital karyawan dari dan menuju beberapa pabrik besar—mulai dari PT HWI, Kanindo, hingga industri rumahan yang mempekerjakan banyak warga.
Tak hanya itu, jalur ini juga menjadi rute utama UMKM Pendosawalan yang dikenal sebagai sentra fashion muslim, mulai dari baju hingga kerudung yang dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia.
Para pelaku usaha menyambut antusias progres yang mendekati 100 persen tersebut. Akses yang lebih aman dan lebar dinilai akan meningkatkan kecepatan distribusi barang, menekan biaya logistik, sekaligus menambah produktivitas pelaku UMKM.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan pembangunan jembatan ini merupakan investasi penting untuk menggerakkan ekonomi lokal. “Akses yang baik akan langsung berdampak ke UMKM, pekerja, dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Dengan rampungnya jembatan sepanjang 31,8 meter dan lebar 6 meter tersebut, warga berharap aktivitas ekonomi di kawasan Banyuputih–Pendosawalan akan berjalan lebih lancar dan aman.
Editor : Mahendra Aditya