JEPARA - Program Pelajar Mengukir Jepara kembali hadir dengan kemasan lebih segar dan edukatif.
Mulai Senin-Sabtu (8-20/12), ratusan pelajar berbagai jenjang dijadwalkan mengikuti rangkaian pelatihan seni ukir yang digelar di Galeri World Carving Performance, Pantai Kartini Jepara.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus rekreasi budaya yang dirancang agar generasi muda kembali dekat dengan tradisi ukir khas Jepara.
Program ini diinisiasi oleh Yayasan Pelestari Ukir bekerja sama dengan Paguyuban Ukir Sungging Prabangkoro serta Paguyuban Pengukir Perempuan RA Kartini Jepara.
Ketiganya meramu program yang tidak hanya menekankan teknik ukir, tetapi juga menghadirkan pemahaman budaya, sejarah, serta nilai estetika yang menyertai seni ukir.
Dengan pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa ukir bukan sekadar keterampilan, tetapi juga warisan identitas Jepara.
Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto menyampaikan kegiatan tahunan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pemajuan budaya dan regenerasi seniman ukir.
Para penggagas menyadari bahwa tren keterampilan mengukir di kalangan anak muda terus menurun, sehingga perlu ruang-ruang edukasi yang mampu membangkitkan kembali minat sekaligus melahirkan calon-calon pengukir masa depan.
"Untuk menjaga kualitas pembelajaran, program ini menghadirkan pendamping berkompetensi tinggi," ucapnya.
Deretan instruktur meliputi para pengajar, akademisi, hingga seniman senior seperti Dosen Seni Ukir Unisnu, Sutarya. Pensiunan guru ukir SMKN 2 Jepara, Suyoto. Pensiunan Guru Ukir SMP 6 Jepara, Sutrisna serta Ketua Yayasan Pelestari Ukir Ali Efendi.
"Sasaran program ini cukup luas. Tidak hanya terbuka untuk siswa SD, SMP, dan SMA, kegiatan ini juga menerima mahasiswa serta masyarakat umum yang ingin belajar seni ukir," ucapnya.
Lebih lanjut disebutkan, perencanaan program diproyeksikan berkelanjutan hingga tahun 2026 mendatang, sehingga pembinaan minat dan bakat dapat dilakukan secara konsisten.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan belajar di lokasi yang sangat dekat dengan ruang publik wisata, yakni Galeri World Carving Performance.
"Harapannya terus memperkuat peran galeri sebagai pusat edukasi ukir di kawasan Pantai Kartini. Di tempat ini, pengunjung dapat menyaksikan karya-karya seniman Jepara sekaligus merasakan pengalaman belajar mengukir secara langsung," imbuhnya.
Peserta dan pengunjung dari berbagai latar belakang dapat mengikuti sesi edukasi dan pelatihan, mulai dari sejarah ukir Jepara, pengenalan alat-alat mengukir, hingga praktik membuat relief sederhana.
"Melalui metode belajar bertahap, anak-anak dan pemula diajak memahami filosofi dan proses di balik sebuah karya ukir," katanya.
Selain sebagai wahana belajar, program ini diharapkan mampu menumbuhkan potensi muda yang berminat dan berbakat di bidang seni ukir.
"Tema tahun ini, 'Merajut Asa, Lestarikan Ukir Jepara' menjadi penegasan bahwa pelatihan ini tidak hanya menyoal keterampilan, tetapi juga tumbuhnya kesadaran budaya sejak dini," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya