JEPARA — Buntut temuan hama beras pada bantuan pangan (Banpang), Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Jawa Tengah melakukan penarikan terhadap seluruh stok
Respon tersebut bermula dari laporan temuan hama pada beras Banpang di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo.
Semua karung beras, baik yang sudah tersalurkan maupun yang masih di gudang, diputuskan untuk ditarik dan langsung diganti pada hari yang sama guna menjaga mutu dan kepercayaan masyarakat.
Diketahui, kabar mengenai adanya ephestia (sejenis calon kupu-kupu) dalam karung beras diterima Bulog pada hari Selasa (2/12) dari salah seorang penerima bantuan di Desa Suwawal.
Menyikapi laporan itu, tim dari Kanwil Bulog Jawa Tengah bersama Pimpinan Cabang Pati segera berkoordinasi dengan pemerintah desa serta aparat keamanan setempat, yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Proses penarikan dan penggantian beras juga dilakukan dengan keterlibatan tokoh dan pejabat terkait.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Anggota Komisi A DPRD Jepara Khairul Anam serta Kepala Gudang Rengging Febrina, yang turut memantau pelaksanaan penggantian stok.
Pemimpin Wilayah Kanwil Jateng, Sri Muniati memastikan agar tidak ada keraguan terhadap kualitas distribusi, Bulog mengambil langkah tegas.
"Dari 919 penerima bantuan pangan, sebanyak 58 persen atau lebih kurang 537 Penerima Bantuan Pangan (PBP) sudah tersalurkan. Kami putuskan untuk ditarik semua berasnya, baik yang dilaporkan berhama maupun yang kondisinya masih baik," ungkapnya.
Beras pengganti telah tiba pada Rabu (3/12), dan segera disiapkan untuk penyaluran ulang.
Bulog menargetkan proses distribusi pengganti selesai secepatnya, agar seluruh PBP kembali menerima hak mereka.
Pihaknya selaku Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Jateng juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penerima bantuan dan pihak terkait.
"Ini sama sekali tidak ada unsur kesengajaan dan atas kecerobohan ini, InsyaAllah akan jadi pelajaran berharga buat kami untuk mempersiapkan penyaluran dengan lebih baik lagi sebelum sampai ke tengah masyarakat," ucapnya.
Terkait cakupan program, pagu penyaluran Banpang untuk alokasi Oktober–November se-Kabupaten Jepara tercatat sebanyak 90.376 PBP, dengan jumlah alokasi beras 1.807.520 kg dan minyak goreng 361.504 liter.
Hingga Rabu (3/12), realisasi penyaluran mencapai 75 persen dan Bulog menargetkan penyelesaian penuh pada Selasa (9/12) mendatang.
Sri Muniati menegaskan komitmen perbaikan prosedur pemeriksaan kualitas dan persiapan barang sebelum distribusi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Kecepatan penanganan bersama pemerintah desa, anggota DPRD, dan aparat keamanan mendapat apresiasi karena menunjukkan sinergi yang efektif dalam pengawasan bantuan sosial.(fik)
Editor : Mahendra Aditya