JEPARA - Penemuan jasad seorang pria di kebun rumput gajah pada Minggu (30/11) pagi, bikin Warga Dukuh Sekuping, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, heboh.
Korban diketahui bernama Axsyal Rendy Saputra, ditemukan dalam kondisi terlentang dan bersimbah darah hanya sekitar 60 meter dari rumahnya.
Peristiwa ini seketika mengusik ketenangan lingkungan setempat.
Kapolsek Kembang, Iptu Heru Setyawan, membenarkan adanya insiden tersebut.
Ia menyampaikan bahwa Rendy, 24 tahun, sehari-hari bekerja sebagai pengantar air galon isi ulang di wilayah tersebut.
Kejadian bermula sekitar pukul 05.30 WIB ketika sang nenek, Ngatipah, menyadari cucunya tidak berada di dalam rumah seperti biasanya.
Merasa curiga, ia meminta bantuan dua warga, Supriyohadi dan Kardi, untuk melakukan pencarian.
Saat keduanya menelusuri area belakang rumah, mereka mendapati ceceran darah yang mengarah ke kebun.
Ibu korban, Endang Fitriyani, yang ikut melihatnya, langsung lemas dan tidak mampu meneruskan pencarian.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 05.45 WIB, kedua saksi menemukan tubuh Rendy sudah tidak bernyawa di kebun rumput gajah.
Terdapat luka sayatan dalam pada leher, serta luka lainnya di pergelangan tangan kiri.
“Jenazah sudah dibawa ke RSUD Kartini Jepara untuk pemeriksaan lanjutan,” ujar Iptu Heru.
Dalam proses penyisiran, petugas menemukan pisau dapur bercak darah di dalam rumah maupun di sekitar lokasi kejadian.
Barang tersebut telah diamankan untuk diteliti lebih jauh keterkaitannya dengan luka di tubuh korban.
Sekitar pukul 08.15 WIB, Tim Inafis Polres Jepara datang untuk melakukan olah TKP.
Selain itu, polisi melakukan pemeriksaan pada ponsel korban guna menelusuri aktivitas terakhirnya.
Unit anjing pelacak juga diterjunkan untuk menyisir area kebun dan sekitar rumah korban, mengantisipasi kemungkinan adanya jejak orang lain.
Menurut keterangan beberapa warga, Rendy sempat terlihat gelisah beberapa hari sebelum peristiwa terjadi, seolah memikul beban pikiran yang berat.
Namun saat ditanya keluarga, ia selalu menjawab bahwa dirinya tidak memiliki masalah.
Di media sosial, unggahan akun Pitriyadi Saputra sempat menggemparkan masyarakat karena menyebut dugaan pembunuhan dengan kondisi korban yang sangat mengenaskan.
Postingannya memuat foto seorang laki-laki serta lokasi kejadian yang telah diberi garis polisi.
Kendati demikian, polisi menegaskan bahwa kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil forensik.
Hingga kini jenazah Rendy masih berada di RSUD Kartini Jepara untuk pemeriksaan lebih mendalam.
“Kami berharap doa dan dukungan warga agar penyelidikan ini bisa segera menemukan titik terang,” ujar Iptu Heru.
Penemuan jasad ini membuat warga bertanya-tanya. Luka di leher dan tangan menimbulkan dugaan adanya tindakan kekerasan.
Ditambah lagi, kabar mengenai perubahan perilaku korban sebelum kejadian semakin memunculkan berbagai spekulasi.
Unggahan di Facebook yang sempat viral pun memperkuat dugaan banyak pihak bahwa kematian korban tidak wajar.
Namun polisi memastikan bahwa segala asumsi baru dapat dipastikan setelah hasil forensik resmi keluar.
“Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi,” tegas Kapolsek Kembang. (fik)
Editor : Ali Mustofa