Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemkab Jepara Susun Master Plan Kawasan Strategis Daerah, Buat Koridor Pasar Mebel Sepanjang Jalan Soekarno-Hatta

Fikri Thoharudin • Selasa, 25 November 2025 | 23:44 WIB

 

BERBENAH: Jalan Soekarno-Hatta akan disolek mulai tahun depan.
BERBENAH: Jalan Soekarno-Hatta akan disolek mulai tahun depan.

JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan langkah besar untuk menguatkan kembali kejayaan industri mebel melalui penataan kawasan strategis daerah (KSD) di sepanjang Jalan Soekarno–Hatta. 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan rencana tersebut usai berdiskusi bersama masyarakat dalam sesi program Bupati Ngantor di Desa Kecapi, Selasa (25/11).

Mas Wiwit sapaan akrabnya, menegaskan, pihaknya ingin membangun kawasan tematik mebel di koridor Jalan Soekarno–Hatta yang akan diajukan sebagai KSD kepada pemerintah pusat, dengan harapan mampu mengangkat kembali industri mebel Jepara. 

Ia menuturkan bahwa konsep pembangunan tengah disusun agar selaras dengan kearifan lokal, sehingga tidak salah arah dalam mengambil kebijakan.

Menurutnya, masyarakat sebagai penerima manfaat harus didengar sepenuhnya. Karena itu, desain kawasan nantinya akan mengikuti kebutuhan warga setempat. 

Tahun depan, Pemkab menganggarkan Rp 1 miliar dari APBD untuk penataan awal dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk kebutuhan perizinan sebagai penguatan pengajuan ke pemerintah pusat, serta pembangunan elemen fisik seperti lampu dan trotoar.

"Sementara kami baru menganggarkan melalui APBD senilai Rp 1 miliar. Untuk nominal yang akan kami ajukan ke pemerintah pusat mencapai Rp 140 miliar," sebutnya.

Salah satu langkah yang disiapkan ialah rencana menurunkan status Jalan Soekarno–Hatta menjadi jalan kabupaten, sehingga Pemkab lebih leluasa mengatur lalu lintas dan aktivitas yang berkaitan dengan rencana pasar mebel. 

Jalan itu diproyeksikan sebagai pusat aktivitas perdagangan mebel-ukir, sehingga perlintasan kontainer dianggap berbahaya dan akan dialihkan melalui jalur lain.

Pemkab juga menyiapkan koordinasi lintas daerah untuk membangun konektivitas Jepara–Demak melalui Kedungmalang, termasuk pengajuan pembangunan jembatan yang dapat dilintasi kontainer. 

Mas Wiwit juga berharap mobilitas Jepara–Demak-Semarang maupun sebaliknya dapat ditempuh dalam waktu satu jam. Hal ini diyakini akan berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi.

Rencana tersebut akan dikomunikasikan dengan pemerintah setempat dan pemerintah pusat, mengingat penetapan kawasan strategis juga akan beriringan dengan penyesuaian status jalan.

Dalam skema besarnya, pembangunan pasar mebel akan terkoneksi seperti dengan Mulyoharjo yang dianggarkan Rp 750 juta untuk penataan kawasannya.

"Ini menjadi salah satu langkah untuk menopang wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Pemkab juga menggandeng konsultan dari Universitas Diponegoro (Undip) untuk mendampingi penyusunan master plan berbasis kearifan lokal. 

Kebutuhan masyarakat akan ditampung secara menyeluruh, termasuk keinginan adanya penanaman pohon asem sebagai percantikan fasad showroom sekaligus penanaman pohon konservasi.

Mas Wiwit menegaskan bahwa pembangunan dimulai dari aspirasi masyarakat, karena mereka yang menggunakan kawasan tersebut setiap hari. "Pemanfaatan lahan yang sudah ada akan dioptimalkan, termasuk penanaman pohon asem sebagai bagian dari penataan kawasan sesuai dengan identitas historis Jepara," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jepara Hery Yulianto menambahkan seluruh konsep ini sedang disusun dalam satu master plan yang tidak hanya mengembangkan jalan dan area pedestrian, tetapi juga mengarahkan showroom-showroom mebel.

Dengan menampilkan tema yang sesuai, baik klasik, kontemporer, maupun modern. Pemerintah, lanjutnya, berperan sebagai pendorong agar kawasan tersebut menjadi kebanggaan daerah. 

Selain itu, untuk koridor Jepara–Kedung akan dilakukan pelebaran jalan eksisting, termasuk pembebasan lahan pada titik tikungan tajam. 

Pengusulan jembatan Kedungmalang–Demak juga masih menunggu proses lobi dengan pihak terkait di wilayah Demak serta pemerintah pusat.

Ia menegaskan bahwa idealnya Jepara memiliki jalur baru, karena jalur eksisting yang terhubung ke Demak sudah padat permukiman. 

"Tetapi kembali lagi di sini pemerintah lebih banyak sebagai pendorong, sehingga nanti harapannya kita bersama dapat membangun sebuah kawasan yang menjadi kebanggaan daerah," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#industri #jepara #Soekarno-Hatta #jalan #Kota Ukir #pasar mebel