Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bupati Jepara Ngantor di Desa Nyamuk, Penuhi Armada Darat dan Laut Hubungkan Pariwisata Antar Pulau di Karimunjawa

Fikri Thoharudin • Jumat, 7 November 2025 | 01:33 WIB
TERAKSES: Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta jajaran tengah meninjau Pelabuhan Pulau Nyamuk pada Kamis (6/11).
TERAKSES: Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta jajaran tengah meninjau Pelabuhan Pulau Nyamuk pada Kamis (6/11).

JEPARA - Usai menjalankan program Bupati Ngantor di Desa Parang Kecamatan Karimunjawa pada Jumat (9/5) lalu, kini Bupati Jepara Witiarso Utomo kembali berkantor di Pulau Kecil di Karimunjawa. 

Kini, Desa Nyamuk Kecamatan Karimunjawa dipilih menjadi tempat Bupati Ngantor pada Kamis (6/11). 

Lewat program ini, Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata di Kepulauan Karimunjawa melalui strategi pengembangan wilayah yang menitikberatkan pada konsep wisata berkelanjutan. 

Upaya ini tidak hanya difokuskan pada Pulau Karimunjawa semata, tetapi juga melibatkan seluruh desa di gugusan kepulauan ini, termasuk Desa Kemujan, Parang dan Nyamuk.

Dengan berbagai langkah strategis, pemerintah berharap pengembangan pariwisata berkelanjutan di Karimunjawa dan pulau-pulau sekitarnya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Kegiatan pembahasan strategi pengembangan pariwisata ini diawali dengan paparan dari Camat Karimunjawa, Nuril Abdillah, yang menjelaskan arah pengembangan wisata berkelanjutan di wilayahnya. 

Menurutnya, seluruh desa di Karimunjawa harus dilibatkan agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

"Masyarakat berharap agar kue pariwisata dapat dibagi secara adil dan berkelanjutan, baik dari sisi lingkungan hidup, budaya, maupun ekonomi," ujarnya.

Nuril menambahkan bahwa pihaknya kini berfokus untuk memastikan pemerataan manfaat ekonomi dari pariwisata ke seluruh wilayah kecamatan.

"Kami ingin agar kue pariwisata ini tidak hanya tersentral di Karimunjawa. Potensi Pulau Parang, Nyamuk, dan Kemujan juga harus mendapat perhatian. Kami sedang berupaya menghidupkan kembali destinasi-destinasi yang masih tertidur," ujarnya.

Untuk memperkuat hal tersebut, pemerintah kecamatan akan mengembangkan produk-produk UMKM lokal dari masing-masing desa, yang diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

"Melalui produk UMKM ini, masyarakat Jepara dan sekitarnya bisa lebih mengenal hasil-hasil khas dari pulau-pulau tersebut. Harapannya, mereka tertarik untuk datang langsung," tambahnya.

Pulau Nyamuk sendiri disebut memiliki spot snorkeling unggulan dengan keindahan terumbu karang dan keanekaragaman biota laut yang masih terjaga, termasuk keberadaan spot kima (kerang raksasa) yang melimpah. 

Selain itu, terdapat beragam olahan hasil laut buatan masyarakat, seperti ikan dan kerupuk mangrove, yang menjadi ciri khas kuliner setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Jepara Witiarso Utomo menjawab bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat konektivitas antar pulau di Kecamatan Karimunjawa.

"Memang kami hari ini (kemarin, Red) berkantor di Pulau (Balai Desa, Red) Nyamuk, namun pembahasan kami mencakup seluruh wilayah kecamatan, termasuk Kemujan, Parang. Kami ingin pariwisata ini tumbuh merata," jelasnya.

Sebagai bagian dari rencana tersebut, pemerintah akan menyediakan angkutan perintis transportasi darat dalam bentuk mini bus dari Kemenhub, yang akan digunakan untuk transportasi lokal.

Angkutan ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Februari tahun 2026. Armada ini difungsikan untuk mendukung mobilitas masyarakat dari Karimunjawa menuju Kemujan, sekaligus memperlancar aktivitas wisatawan di dalam pulau.

"Insya Allah Februari nanti sudah bisa berjalan. Bus ini bukan hanya untuk masyarakat, tapi juga dapat menunjang kegiatan wisata," imbuhnya.

Selain transportasi darat, Pemkab Jepara juga tengah membahas menganai tempat sandar Kapal di Pelabuhan Legon Bajak untuk menghidupkan geliat ekonomi lokal. Serta menghitung subsidi transportasi laut ke Pulau Parang dan Pulau Nyamuk. 

Langkah ini diharapkan mampu memperluas persebaran wisata dan mendorong pemerataan ekonomi antar pulau.

"Dengan adanya subsidi transportasi, kami berharap wisata tidak hanya tersentral di Karimunjawa. Potensi di Parang dan Nyamuk juga harus hidup, agar geliat pariwisata bisa menyebar secara merata," tegasnya.

Proses pengembangan ini dilakukan melalui penataan bersama, mulai dari pendataan destinasi wisata di Karimunjawa hingga Parang dan Nyamuk. 

Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke pulau-pulau sekitar.

Tak hanya itu, Pemkab Jepara juga tengah menyiapkan layanan ambulans laut sebagai fasilitas kesehatan masyarakat kepulauan. 

Program ini sebenarnya telah direncanakan untuk direalisasikan tahun ini, namun masih menunggu petunjuk teknis (juknis) yang ada.

"Kalau juknisnya sudah keluar, layanan ambulans laut ini bisa segera beroperasi untuk melayani masyarakat seperti di Pulau Parang," ujarnya.

Sementara itu, Petinggi Desa Nyamuk, Muazis, mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki banyak destinasi wisata alam yang masih asri dan layak dikembangkan.

"Di Pulau Nyamuk ini terdapat pantai pasir putih dan kekayaan laut yang luar biasa. Termasuk Pulau Krakal yang secara geografis masuk wilayah kami," ujarnya.

Namun, ia mengakui bahwa salah satu kendala utama adalah keterbatasan jadwal kapal, sehingga membatasi akses wisatawan mancanegara ke pulau tersebut.

"Kami juga masih perlu menyiapkan sumber daya manusia, terutama penggiat wisata yang dapat mengelola potensi ini secara profesional. Karena itu, pembahasan mengenai penyediaan armada dan subsidi bahan bakar sangat penting bagi kami," terangnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#alam #wisata #jepara #karimunjawa #bahari #Pulau Parang #witiarso utomo #pulau nyamuk #bupati ngantor di desa #Mas wiwit