JEPARA - Pemerintah Kabupaten Jepara akan menghidupkan Pulau Kemujan sebagai destinasi wisata baru untuk mendukung dan memecah konsentrasi wisata yang selama ini terpusat di Karimunjawa.
Sejumlah fasilitas seperti rumah adat, alun-alun dan destinasi lainnya akan disiapkan untuk menarik kunjungan wisatawan.
Bupati Jepara Wiriarso Utomo menjelaskan, pihaknya telah memperoleh dukungan dari Kementerian Perhubungan berupa bantuan setidaknya delapan unit armada yang ditargetkan akan mulai beroperasi pada Februari tahun depan.
Baca Juga: Nelayan Rumput Laut Karimunjawa masih Terkendala Akses Permodalan
"Cost-nya bisa lebih murah. Sasarannya warga dan masyarakat. Kalau mereka nyaman, ke depan akan kami tingkatkan menjadi transportasi wisata," ujarnya Rabu (5/11).
Menurut Bupati, inisiatif ini bertujuan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pengembangan wisata berbasis komunitas.
Sebagaimana diketahui, sepanjang ini belum terdapat transportasi (darat) publik yang memadai di Kecamatan Karimunjawa.
Bupati juga akan menghibahkan satu unit bus secara gelondongan untuk dikelola Desa Karimunjawa maupun Kemujan.
Hal tersebut merupakan bagian permintaan masyarakat pada saat Bupati Ngantor di Desa Parang Kecamatan Karimunjawa pada Mei lalu.
"Tidak ada penolakan terhadap transportasi massal ini. Akan dijalankan dan dihitung nilai tarifnya. Ini perlu," tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Deni Hendarko menyebutkan pada saat ini ihwal tersebut masih berproses.
Dalam waktu dekat, pihak Kemenhub juga akan melakukan survei lapangan. Termasuk untuk menentukan trayek yang ideal.
Sementara itu menanggapi rencana hibah bus oleh Bupati, Petinggi Desa Kemujan Mas’ud Dwi Wijayanto menyampaikan, pengelolaan operasionalnya ke depan direncanakan akan diserahkan kepada BUMDes.
"Kami masih menunggu penyerahan busnya. Untuk operasional, akan didukung dana desa apabila terdapat kelebihan anggaran," jelasnya.
Hal senada disampaikan Petinggi Karimunjawa Arif Setiawan, yang menilai program ini sebagai bentuk pemenuhan layanan kepada masyarakat.
"Tidak ada penolakan. Sudah diinformasikan kepada pelaku wisata dan paguyuban driver," ringkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya