Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tingkatkan SDM Daerah Gelar Festival Literasi Jepara, Bazar Buku hingga Tampilkan Berbagai Karya

Fikri Thoharudin • Kamis, 30 Oktober 2025 | 22:54 WIB
ANTUSIAS: Ratusan peserta membanjiri area Gedung Wanita selama penyelenggaraan acara.
ANTUSIAS: Ratusan peserta membanjiri area Gedung Wanita selama penyelenggaraan acara.

JEPARA – Festival Literasi Jepara 2025 yang digelar oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kabupaten Jepara berlangsung meriah selama tiga hari, sejak Selasa (28/10) hingga Kamis (30/10).

Beragam kegiatan edukatif, kreatif, dan kolaboratif tersaji, menandai semangat masyarakat Jepara dalam menumbuhkan budaya literasi yang hidup dan inklusif.

Hari pertama festival diawali dengan penyerahan hadiah Lomba Perpustakaan Desa 2025, yang dimenangkan oleh Desa Tegalsambi, Kedungcino, dan Margoyoso.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan, serta fashion show literasi yang menampilkan karya busana bertema buku dan kebudayaan lokal. 

Panggung pun menjadi ruang ekspresi bagi pelajar dan komunitas kreatif Jepara untuk menampilkan pesan bahwa literasi dapat hadir dalam berbagai bentuk seni dan gaya hidup.

Memasuki hari kedua, Rabu (29/10), semangat literasi semakin bergelora. Sejumlah kegiatan seperti bedah buku, gelar wicara bertema “Berkreasi dalam Literasi”, dan workshop Sanggar Sastra Jepara menarik antusias peserta dari berbagai kalangan.

Pada hari yang sama, juga dilakukan pengukuhan Pengurus Daerah Forum TBM Jepara, diikuti dengan penampilan band lokal di malam harinya yang membawa suasana akrab dan penuh energi muda.

Hari terakhir, Kamis (30/10), menjadi puncak acara, digelar acara read aloud hingga literasi menjaga bumi serta penutupan festival. 

Sepanjang acara, bazar buku dan stan karya komunitas selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Buku, karya seni, hingga produk literasi digital tersaji menarik, memperlihatkan geliat literasi Jepara yang semakin dekat dengan keseharian warganya.

Kepala Diskarpus Jepara, Edy Sujatmiko, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme seluruh pihak yang terlibat.

“Minat baca masyarakat Jepara tergolong sedang, tetapi terus meningkat. Tahun 2024, kunjungan ke Perpusda mencapai 24 ribuan, hampir setara dengan kunjungan wisata. Ini menunjukkan bahwa literasi sudah menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya Kamis (30/10).

Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi harus menjadi gerakan bersama untuk memajukan kualitas SDM Jepara.

“Kami ingin perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai tempat konvensional. Di sini bisa lahir gagasan, kreativitas, dan inovasi. Tahun depan, kami akan memperluas pembinaan ke perpustakaan wilayah dan taman baca masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan bahwa keberadaan perpustakaan desa menjadi bagian penting dalam penguatan literasi di tingkat akar rumput.

Menurutnya, saat ini beberapa desa telah mulai memberikan perhatian serius dengan mengalokasikan anggaran untuk mendukung operasional dan pengembangan perpustakaan.

“Saat ini sudah ada beberapa desa yang memiliki perhatian besar terhadap literasi, seperti Tegalsambi, Kedungcino, dan Margoyoso. Mereka ikut serta dalam lomba perpustakaan desa, sekaligus menjadi contoh bahwa pemerintah desa juga punya andil besar dalam memajukan literasi,” ujarnya.

Edy menegaskan bahwa peran aktif pemerintah desa dalam mendukung perpustakaan merupakan hal baru yang sangat positif.

Langkah ini, menurutnya, menunjukkan bahwa literasi sudah mulai menjadi kebutuhan dan kesadaran bersama.

“Kami melihat adanya perhatian dan komitmen baru dari desa-desa. Ini menandakan bahwa perpustakaan tidak boleh hanya eksis di tingkat kabupaten, tetapi juga hidup di tengah masyarakat desa,” tambahnya.

Ke depan, Diskarpus Jepara akan memperkuat pembinaan dan pendampingan bagi taman baca serta perpustakaan wilayah.

“Tahun depan, kami akan melakukan pembinaan perpustakaan di wilayah dan membangun jejaring taman baca masyarakat. Kita pelihara bersama, supaya tidak hanya aktif saat festival, tapi roda organisasi dan kegiatan literasi terus berjalan,” terangnya.

Ia berharap semangat ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun kualitas sumber daya manusia di Jepara.

“Festival Literasi ini tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan dari semua pihak. Karena itu, yang paling penting adalah kita bergandengan tangan untuk memajukan kualitas SDM Jepara. Literasi harus menjadi gerakan bersama, agar Jepara terus maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Bunda Literasi Jepara, Laila Saidah Witiarso menekankan pentingnya peran keluarga dalam menumbuhkan kebiasaan membaca.

“Gerakan literasi tidak cukup hanya di sekolah atau perpustakaan. Harus dimulai dari rumah, dari keluarga. Ketika anak-anak melihat orang tuanya membaca, di situlah kebiasaan itu tumbuh,” siratnya dengan penuh semangat.

Ia juga mengapresiasi peran komunitas literasi yang telah menjadi motor penggerak kegiatan membaca dan berkarya di tengah masyarakat.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #festival literasi #perpustakaan #Bunda Literasi