JEPARA - Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jepara yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi sejak Senin (13/10) mulai kembali beraktivitas pada Kamis (16/10).
Setelah dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat akhirnya cair, kegiatan memasak dan distribusi menu malan bergizi gratis (MBG) untuk penerima manfaat kembali berjalan normal.
Koordinator SPPG Jepara Musthofa Wildan, menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan anggaran menjadi penyebab utama dua dapur, yakni SPPG Ngabul di Kecamatan Tahunan dan SPPG Pengkol di Kecamatan Jepara, sempat berhenti sementara.
“Sebetulnya per Selasa (14/10) dana sudah turun. Tapi dari SPPG perlu menyiapkan bahan terlebih dahulu. Biasanya anggaran turun antara Senin hingga Jumat pekan sebelumnya. Karena waktu itu ada keterlambatan, dan Sabtu–Minggu bank tutup, jadi sempat berhenti,” terangnya.
Menurut Wildan, kedua SPPG tersebut kini telah bisa kembali menyiapkan suplai bahan baku dan bekerja sama dengan para suplier.
Setiap dapur telah menyesuaikan menu sesuai petunjuk teknis (juknis) dari BGN yang mencakup karbohidrat, protein hewani, nabati, sayur, maupun buah.
“Untuk susu itu hanya pelengkap, bisa diganti dengan protein nabati seperti tahu atau tempe,” ujarnya.
Ia menyebut setiap SPPG idealnya memiliki 12 variasi menu dalam satu periode distribusi.
Namun, pada praktiknya, bisa dilakukan improvisasi apabila terdapat permintaan khusus dari sekolah atau penerima manfaat.
“Sekarang aturannya, satu periode 12 hari, sebelumnya 10 hari. Kalau ada request dari sekolah atau siswa, dapur bisa menyesuaikan tanpa keluar dari standar gizi,” jelasnya.
Wildan juga memastikan bahwa keterlambatan pencairan dana bukan serta merta disebabkan kesalahan dari pihak pengelola SPPG.
Hanya saja, sistem dari pusat sedang dalam masa transisi, dari skema 10 hari menjadi 12 hari distribusi makanan bergizi.
“Ini lebih karena masa transisi dan antrean pencairan di pusat, dari yang awalnya Senin-Jumat menjadi Senin-Sabtu. Tapi untuk hari Sabtu dibagikan pada hari Jumat dalam bentuk menu kering,” tegasnya.
Saat ini, terdapat dua kategori penerima MBG, dengan besaran nilai bantuan yang berbeda.
Untuk kelas 4–6 SD, SMP, hingga SMA, nilai MBG sebesar Rp15.000 per porsi, dengan rincian Rp10.000 untuk bahan baku, Rp3.000 untuk operasional, dan Rp2.000 untuk uang sewa sarpras.
Sedangkan untuk TK, PAUD, kelas 1–3 SD, dan balita, nilai MBG sebesar Rp13.000 per porsi, terdiri dari Rp8.000 bahan baku, Rp3.000 operasional, dan Rp2.000 untuk uang sewa.
“Dari kami mohon maaf apabila kemarin ada kendala yang berdampak pada penerima manfaat," tutupnya.
Dengan turunnya dana tersebut, dua dapur SPPG yang sempat padam kini kembali ngebul, memastikan program pemenuhan gizi masyarakat di Jepara berjalan tanpa jeda panjang.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, SPPG Pengkol tercatat menyediakan menu sebanyak 3.913 porsi, sementara SPPG Ngabul sejumlah 3.747 porsi.
Penerima manfaat program Makanan Bergizi (MBG) di dua lokasi ini meliputi siswa sekolah, ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita.(fik)
Editor : Ali Mustofa