Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dikucur Inpres Perbaikan Sekolah, 96 SD dan SMP di Jepara Mendapatkan Bantuan Rp45 Miliar

Fikri Thoharudin • Kamis, 16 Oktober 2025 | 01:50 WIB
KEBUT: Bupati Jepara meninjau perbaikan di SDN 1 Krasak yang mendapatkan bantuan Inpres revitalisasi sekolah Rabu (15/10).
KEBUT: Bupati Jepara meninjau perbaikan di SDN 1 Krasak yang mendapatkan bantuan Inpres revitalisasi sekolah Rabu (15/10).

JEPARA - Kabupaten Jepara turut menjadi sasaran instruksi presiden perbaikan sekolah, dengan kucuran dana sebesar Rp 45 miliar.

Inpres ini menjadi upaya percepatan pembangunan dan revitalisasi sekolah. Di samping bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi siswa. Bantuan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. 

Tercatat, 96 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) baik negeri maupun swasta di Kabupaten Jepara disasar progam bantuan pemerintah pusat ini.

Revitalisasi sarana dan prasarana satuan pendidikan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025 ini.

Bupati Jepara Witiarso Utomo melakukan peninjauan langsung terhadap proses perbaikan di SDN 1 Krasak Bangsri pada Rabu (15/10).

Bupati, didampingi oleh Sekda Jepara Ary Bachtiar hingga Kepala Disdikpora Ratib Zaini meninjau satu persatu ruang kelas hingga perpustakaan di SDN 1 Krasak Bangsri yang saat ini sudah mulai diperbaiki.

Sekolah ini menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan anggaran revitalisasi Rp887 juta. Rinciannya untuk perbaikan tiga ruang kelas digelontor anggaran Rp502 juta. Lalu satu ruang administrasi Rp118 juta, UKS sebesar Rp131 juta; perpustakaan Rp87 juta, dan terakhir toilet Rp49 juta. 

"Ini progamnya pak Presiden. Akhir tahun ini harus sudah selesai agar proses belajar mengajar lebih aman dan nyaman," ujar Bupati Witiarso.

Saat ini, SD di Jepara, khususnya yang berstatus negeri, mayoritas sudah berusia senja dan membutuhkan perbaikan. Sebab sekolah dasar negeri ini mulai dibangun pada pertengahan tahun 1970-an berdasarkan instruksi presiden kala itu.

Jumlah sekolah dasar di Kabupaten sebanyak 570 sekolah, di antaranya 539 SD negeri dan 31 SD swasta. Sedangkan untuk jenjang SMP ada setidaknya 100 sekolah.

Faktor usia berdampak pada kondisi bangunan. Rata-rata sudah mulai membutuhkan perbaikan di sejumlah bagian bangunan, termasuk struktur dan atap.

Sementara untuk jenjang SMP usianya lebih muda. Namun membutuhkan proses revitalisasi seiring bertambahnya lulusan SD yang melanjutkan pendidikan ke bangku sekolah menengah pertama.

Menurut Bupati, progam revitalisasi sarana pendidikan dari pemerintah pusat ini diproyeksikan akan terus berjalan hingga beberapa tahun.

Pihaknya berharap proses perbaikan sarana pendidikan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terlebih para pelajar. 

"Semoga dengan progam ini selama tiga tahun (perbaikan sekolah, Red) bisa selesai," harapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Krasak Bangsri, Eni Nurhayati mengatakan jumlah anak didiknya mulai kelas 1 hingga 6 sebanyak 175 siswa. 

Seiring perbaikan sekolah, pihaknya melakukan shift masuk belajar. Untuk kelas 1, 2, 3 belajar mulai pukul 07.00 WIB - 10.00 WIB.

Sedang untuk kelas 3, 4 dan 5 masuk mulai pukul 10.15 WIB - 13.00 WIB.

"Kami berharap progam ini dapat menunjang dan memaksimalkan aktivitas belajar dan mengajar," tandasnya. 

Pada saat yang sama, Kepala Disdikpora Ratib Zaini menyampaikan bahwa saat ini lewat postur anggaran APBD juga terdapat dana Rp 7 miliar, untuk perbaikan non bangunan sekitar 20 SD.

Pihaknya juga telah menginventarisir data-data sekolah yang rusak, kemudian diverifikasi dan diajukan ke pusat. 

"Kami baru on process, semoga dapat 100 sekolah yang dapat bantuan. Sehingga dapat lebih merata," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #Inpres #SD SMP #revitalisasi sekolah